Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan melaksanakan uji kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama pekan depan. Kegiatan ini ditujukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya pada level eselon II dan III.
Wali Kota Mataram, Dr.H.Mohan Roliskana, menegaskan bahwa langkah ini perlu segera dilakukan demi memperkuat struktur birokrasi yang efektif. Menurutnya, kondisi birokrasi saat ini kurang ideal karena banyak jabatan strategis masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt) maupun pelaksana harian (Plh).
Ia menyebut, kebutuhan pengisian jabatan tersebut cukup mendesak karena beberapa pejabat terpaksa memimpin lebih dari satu unit kerja. “Banyak jabatan diisi dengan Plh dan Plt. Jadi tidak bisa maksimal karena harus menakhodai lebih dari lembaga sekaligus,” jelasnya.
Terkait persiapan teknis, Mohan menegaskan tidak ada hambatan berarti. Pihaknya bahkan telah bersurat kepada panitia seleksi (Pansel) untuk menjadi tim penguji dalam pelaksanaan asesmen nanti.
“Tidak ada kendala, semua sudah sesuai. Tim pansel juga sudah kita surati terkait permohonan untuk bisa menjadi tim penguji pada saat asesmen. Terutama di eselon II dan III, pengisiannya juga harus kita lakukan segera, supaya roda birokrasi bisa efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menjelaskan bahwa uji kompetensi dijadwalkan berlangsung pada pekan depan, selama tiga hari, yakni pada tanggal 24, 25, dan 26 Juni 2025.
“Lagi kita persiapkan. Yang kita persiapkan pertama itu untuk uji kompetensinya, dilaksanakan minggu depan selama tiga hari, tanggal 24, 25, dan 26 Juni 2025,” ujarnya.
Terkait skema pelaksanaan, Alwan menyampaikan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan tim penguji untuk menentukan mekanisme teknisnya. “Yang jelas, wawancara pasti ada, dan ada makalah,” ucapnya.
Namun demikian, ia mengatakan format penulisan makalah masih belum ditentukan secara final. “Makalah ini yang masih belum tahu apakah ditulis langsung ataukah hanya presentasi yang bahannya disiapkan sebelumnya. Tapi nanti kita akan bahas lagi dengan tim penguji,” tambahnya.
Alwan secara pribadi menyarankan agar makalah ditulis langsung saat proses uji kompetensi berlangsung. “Kalau saya, setujunya begitu. Membuat makalahnya saat waktu pengujian, untuk meminimalisir terjadinya makalah yang dibuatkan orang lain,” tegasnya.
Rencana pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, satu hari untuk penulisan makalah dan satu hari berikutnya untuk sesi wawancara mempertanggungjawabkan isi makalah tersebut.
“Kita berikan waktu dua hari. Satu hari untuk membuat makalah, kemudian satu hari untuk wawancara dalam rangka mempertanggungjawabkan makalah tersebut. Selain itu persyaratannya sudah semuanya siap, tapi sempat ditunda karena ada beberapa OPD yang melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.
Hasil dari uji kompetensi ini nantinya akan menjadi dasar untuk proses rotasi atau rolling jabatan. “Setelah rolling, mana nanti posisi yang kosong, itu yang akan kita adakan panselnya untuk melakukan seleksi terbuka,” jelas Alwan.
Adapun tim penguji berjumlah lima orang. Tim ini diketuai langsung oleh Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri. Anggota lainnya terdiri dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram, Prof. Dr. Zainal Asikin; dosen Universitas Mataram, Dr. Muazar Habibi; dosen Fakultas Peternakan Unram, Samasuhaidi; serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Dukcapil Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia.(hir)

