spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURProgram Lotim Berkembang Masuk Nominasi TPAKD Award 2025

Program Lotim Berkembang Masuk Nominasi TPAKD Award 2025

Selong (Suara NTB) – Prestasi di bidang inklusi keuangan kembali ditorehkan Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Setelah sukses meraih penghargaan nasional kategori inovasi pengembangan akses keuangan sektor peternakan melalui program Lotim Berkembang pada 2021, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lotim kembali masuk dalam nominasi penerima TPAKD Award tahun 2025.

Asesmen virtual penentuan nominasi berlangsung Senin, 16 Juni 2025, dihadiri langsung Bupati Lotim H. Haerul Warisin, Sekda Lotim H. Mohammad Juaini Taofik. Proses asesmen ini didampingi langsung Kepala Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) NTB, Rudi Sulistio serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra kerja terkait.

Dalam pemaparannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan komitmen kuat Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendorong program-program TPAKD. “Komitmen kami tidak berhenti. Selain melanjutkan Lotim Berkembang yang sukses memberantas rentenir sejak 2020, kami juga giat mengembangkan program baru seperti Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) dan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang dimulai tahun 2024,” ujar Bupati Haerul.

Bupati Haerul menyoroti perluasan sasaran program Lotim Berkembang yang kini tak hanya menyentuh peternak, tetapi juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Potensi UMKM di Lombok Timur sangat besar, mencapai lebih dari 73 ribu usaha. Sebagai penopang ekonomi masyarakat, mereka perlu dukungan serius,” tegasnya.

Untuk itu, Pemda mengalokasikan dana tidak kurang dari Rp 20 miliar pada tahun 2025 khusus untuk mendukung pertumbuhan ribuan UMKM tersebut. Keberhasilan program ini juga dikaitkan dengan pemilihan mitra penyalur yang tepat, seperti PT Pegadaian, yang meningkatkan penerimaan masyarakat.

Menyikapi tantangan di sektor peternakan akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menghentikan sasaran program, Bupati menyatakan kesiapan untuk kembali mengaktifkannya. “Ini didorong oleh kerja sama dengan Pemda Kabupaten Kutai Kartanegara yang membutuhkan pasokan daging dan bibit sapi dari Lombok Timur,” jelasnya.

Sekda Lotim H. Mohammad Juaini Taofik, memaparkan capaian membanggakan dari program EPIKS dan Kejar yang masih berusia relatif muda. “Program EPIKS yang diluncurkan Oktober 2024 telah diadopsi oleh 46 pondok pesantren. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian pesantren melalui pendampingan dan literasi keuangan syariah oleh bank Himbara dan bank daerah, menjangkau masyarakat sekitar pesantren,” jelasnya.

Untuk program Kejar, Lotim bahkan mencatatkan prestasi sebagai kabupaten dengan jumlah tabungan siswa tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Keberhasilan dari aspek sasaran sudah optimal, dan kami akan terus menjaga keberlanjutan program ini,” tambahnya. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO