Selong (Suara NTB) – Sentra industri porang di Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai sekarang belum bisa memulai operasi. Setelah rampungnya semua persiapan pabrik, kini sentra pengolahan porang menanti bahan baku. Pengelola saat ini tengah mencari bahan baku sampai ke daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian Lotim, Muhammad Azlan. Ditemui di ruang kerjanya Jumat, 4 Juli 2025, Azlan mengatakan saat ini tersedia 12 ton porang yang diperoleh dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Selain dari Lotim, bahan baku tersedia itu diperoleh dari Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara.
Tanah di daerah NTT itu diketahui cocok sebagai lokasi budidaya porang. Karena itulah, pengelola IKM Porang yang gedungnya telah rampung dibangun beberapa waktu lalu ini memburu bahan baku sampai daerah tersebut.
Sebelumnya, Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin menegaskan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Porang tidak boleh mangkrak. IKM Porang yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak 2022 itu ditarget dalam waktu dekat sudah mulai beroperasi.
“Pabrik porang ini tak boleh gagal,” tegas H. Iron sapaan akrab Bupati Lotim. Sentra IKM Porang ini memiliki kapasitas produksi 50-80 ton per hari. Bahan baku yang tersedia di Kabupaten Lotim tidak mampu memenuhi total kebutuhan pabrik.
Menurut Bupati, porang merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat diminati di dalam dan luar negeri. Porang juga bisa untuk komoditi ekspor.
Kebutuhan harian kalau tak bisa dipenuhi dikhawatirkan akan jadi problem. Dalam upaya memenuhi kebutuhan bahan baku, Bupati Lotim mengaku sudah layangkan surat ke seluruh Kabupaten Kota se NTB. (rus)


