spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURAKI dan AKB di Lotim Masih Mengkhawatirkan

AKI dan AKB di Lotim Masih Mengkhawatirkan

Selong (Suara NTB) – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih cukup mengkhawatirkan. Data tahun 2024, kasus AKI di Lotim tercatat 23 kasus. Sedangkan AKB 138 kasus. Tahun 2025, AKI di Lotim tercatat 8 kasus, sementara AKB 69 kasus.

Hal ini ditekankan Bupati Lotim H. Haerul Warisin dalam kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin, 7 Juli 2025.

HUT IBI diharapkan menjadi momentum evaluasi serius terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di daerah ini.

Bupati secara tegas menyoroti data kesehatan yang memprihatinkan tersebut dan ia menegaskan peran sentral bidan dalam menekan angka tersebut, termasuk penanganan stunting. Meski menunjukkan penurunan di awal tahun 2025, dengan AKI tercatat 8 kasus dan AKB 69 kasus hingga awal Juli, Bupati Warisin mendesak agar capaian ini tidak melampaui atau bahkan menyamai angka tragis tahun 2024. “Ini harus menjadi program ibu-ibu sekalian,” tegasnya di hadapan para bidan.

Bupati meminta dilakukan evaluasi mendalam terhadap penyebab 157 kematian bayi di tahun 2024 serta penyusunan langkah-langkah preventif konkret. Hal serupa juga ditekankannya untuk kasus kematian ibu.

Ia menekankan koordinasi erat antara bidan dan perawat merupakan kunci keberhasilan penanganan masalah ini. “Potensi IBI ini luar biasa. Terus terang saya merasa bangga,” ujar Bupati Warisin, mengakui kontribusi besar para bidan.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Bupati menjanjikan hadiah khusus pada HUT IBI ke-75 mendatang jika IBI Lotim berhasil menekan AKB secara signifikan. Ia juga berjanji akan menyediakan lahan untuk sekretariat atau klinik IBI guna mengatasi kendala fasilitas yang dihadapi. “Mudah-mudahan dengan kehadiran IBI, niat baik dan kerja keras ini, apa yang menjadi harapan terutama dalam menyelamatkan bayi dan ibu-ibu yang melahirkan bisa selamat,” harapnya.

Selain AKI dan AKB, Bupati juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam pencegahan stunting pada anak baru lahir. “Jangan sampai anak-anak yang baru lahir menjadi stunting. Ini yang menjadi pekerjaan kita bersama bahwa stunting ini sangat perlu kita perbaiki bersama-sama,” pesannya.

Ia menyerukan sinergi semua pihak, mulai dari bidan, perawat, hingga masyarakat umum, untuk mewujudkan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik. Sinergisitas tersebut juga ditekankan oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi NTB, Hj. Rokhliana.

Ia mengingatkan peran strategis IBI dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, melalui upaya penurunan AKI, AKB, dan stunting dengan memberikan pelayanan kesehatan yang holistik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IBI Lotim, Inna Fakhria, menegaskan kembali peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta penjaga hak-hak kesehatan perempuan. “Bahkan di tengah pandemi Covid-19, IBI terus berjuang memberikan perlindungan dan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya

Dalam acara HUT IBI ke-74 ini, juga diserahkan sejumlah penghargaan kepada ranting-ranting IBI yang berprestasi, khususnya dalam pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terbanyak dan penggerak sasaran terbanyak pada kegiatan donor darah.

Peringatan HUT IBI tahun ini diharapkan tidak hanya sebagai seremoni, tetapi menjadi momen penting untuk memperkuat semangat profesionalisme, pengabdian, dan kemitraan dengan seluruh stakeholder kesehatan dalam upaya bersama menekan AKI, AKB, dan stunting di Lotim. Tugas besar menanti para bidan dan jajaran kesehatan untuk membuktikan komitmen mereka menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO