spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Gelar “Trauma Healing” untuk Anak Korban Banjir

Pemkot Mataram Gelar “Trauma Healing” untuk Anak Korban Banjir

Mataram (Suara NTB) – Tim Penggerak PKK Kota Mataram melaksanakan pemulihan trauma atau trauma healing bagi anak korban banjir pada Jumat, 11 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menghilangkan trauma anak-anak korban banjir.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman beserta istri, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, dan Ketua Dharma Wanita Hj. Lale Rismaningsih Alwan Basri.

Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menerangkan, kegiatan trauma healing bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini, sebagai bentuk persiapan bagi anak-anak sebelum memasuki sekolah pada Senin, 14 Juli 2025. Walaupun pakaian, seragam, dan peralatan sekolahnya basah, tetapi harus tetap semangat sekolah dan percaya diri. “Di sini, kita akan sama-sama bermain dan bersenang-senang,” terangnya.

Menurutnya, anak-anak yang menjadi bencana alam tidak sendiri, karena banyak anak-anak dan masyarakat yang peduli dengan memberikan bantuan alat tulis dan lain sebagainya. Kikin sapaan akrabnya, berharap anak-anak korban banjir tetap semangat dan sehat. Selain itu, guru di sekolah tidak mewajibkan anak-anak menggunakan seragam sekolah.

Trauma healing akan dilaksanakan di beberapa sekolah yakni, SDN 12 Cakranegara, SDN 31 Cakranegara di Lingkungan Kebon Duren, Kelurahan Selagalas, SDN 25 Ampenan Kelurahan Kekalik Jaya. “Kita menggelar trauma healing di lokasi yang banyak anak terdampak banjir,” tambahnya.

Kegiatan trauma healing diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak melepas kecemasan dan ketakutan pascabanjir.

Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman menambahkan, kegiatan ini bagian upaya pemerintah untuk memberikan kegembiraan dan kebahagian bagi anak-anak korban banjir. Tujuannya agar rasa trauma hilang dan kembali menjalankan kegiatan dengan ceria. “Kegiatan ini untuk menghilangkan trauma anak-anak, sehingga anak-anak asyik sekolah dan tidak memikirkan kejadian yang dialami,” tambahnya.

Wawali menyebutkan, trauma healing digelar di tiga sekolah di Kota Mataram dan diprioritaskan di lokasi yang anak-anaknya banyak terdampak. Kendati demikian, ia berharap masyarakat tetap waspada bencana banjir sewaktu-waktu bisa terjadi. (cem)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO