Mataram (Suara NTB) – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Sentra Paramita Mataram kembali diganggu lalat. Ribuan lalat yang mengerumuni beberapa tempat seperti dapur dan asrama siswa itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas penghuni Sentra dan mengancam kualitas kesehatan para siswa.
Kepala SRMP 18 Sentra Paramita Mataram, Satria Irwandi pada Senin, 4 Agustus 2025 mengatakan, keberadaan lalat di tempat-tempat strategis itu meresahkan warga Sentra khususnya para siswa. “Begitu kami di sini, sudah dua Minggu lebih di sini ada banyak lalat. Kami di depan kemarin memang banyak lalat dan sekarang juga masih banyak lalat,” katanya.
Satria menyampaikan, pihak sekolah sudah mengirim surat kepada dinas-dinas terkait untuk menindaklanjuti keberadaan lalat-lalat tersebut. Sebab, jika keberadaan lalat-lalat tidak menemukan solusi, dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan para siswa.
“Terutama kan ini adalah wilayah pendidikan atau sekolah, jadi termasuk ini terkait dengan makanan. Jadi kebersihan itu juga sangat kita tekankan agar nanti tidak ada anak-anak kami yang diare dan sebagainya, sakit perut karena kondisi lalat tersebut,” jelasnya.
Menurut Satria, keberadaan lalat sebenarnya wajar. Hanya saja hal tersebut menjadi tidak normal ketika jumlah lalat itu berlebihan ditambah dengan jangka waktu yang cukup lama.
“Tidak mungkin kalau setiap hari kalau kita lihat seperti kita di Lombok atau di Mataram atau secara umumnya di Lombok Barat, ada musim lalat ya, tapi ini kan abnormal. Pertama jumlahnya, kuantitasnya yang banyak sekali ribuan lalat dan itu juga tidak normal,” terangnya.
Kemunculan lalat-lalat itu diduga berasal dari adanya kandang ayam yang berada di tidak jauh dari Sentra Paramita. “Informasi dari Kesentra (Kepala Sentra) ataupun dari warga bahwa ada kandang ayam yang beroperasi di belakang dari bangunan ini,” bebernya.
Sebelumnya, keberadaan lalat di lingkungan SRMP 18 Sentra Paramita Mataram itu mendapat sorotan dari pihak Kementerian Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Kewilayahan dan Gubernur NTB Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal yang sempat berkunjung ke sekolah. Sempat ada penanganan, namun lalat tersebut kembali menyerbu SRMP.
“Kemarin pada saat Pak Wakil Presiden mau datang, sudah diadakan fogging dan sebagainya. Namun diserang lagi oleh lalat ini,” ungkap Satria.
Dari pantauan, ribuan lalat mengerumuni tempat-tempat strategis Sentra Paramita seperti dapur tempat makanan untuk para siswa SRMP 18 Sentra Paramita Mataram diolah. Para pengelola dapur juga turut mengeluhkan keberadaan lalat-lalat tersebut.
Lalat-lalat itu tidak saja mengerumuni dapur, tapi juga sampai ke asrama siswa. Tempat tidur para siswa terpantau dihinggapi serangga-serangga itu. Satria berharap, keberadaan lalat yang mengganggu aktivitas dan mengancam kualitas kesehatan siswa-siswinya segera mendapat tindakan cepat.
“Harapannya agar tidak ada lalat lagi. Jadi yang menyerang di lingkungan sekolah kami. Tentu juga penanganan yang serius dan langsung cepat dari pemerintah daerah, terutama dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ataupun Dinas Kesehatan (Dinkes),” pungkasnya. (sib)

