Mataram (Suara NTB) – Volume lalat yang sempat menyerang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Sentra Paramita Mataram beberapa waktu lalu bergansur berkurang. Berkurangnya volume lalat tersebut setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat melakukan fogging di sekitar lingkungan sekolah beberapa waktu lalu.
Kepala SRMP 18 Sentra Paramita Mataram, Satria Irwandi pada Kamis, 7 Agustus 2025 mengaku intensitas lalat yang menghinggapi beberapa tempat strategis di SRMP sudah berkurang. “Jadi volume sudah agak sedikit berkurang. Kita harapkan untuk satu atau dua bulan ke depan sudah tidak ada lagi,” ungkapnya kepada Suara NTB.
Kendati demikian, ia berharap kandang ayam yang diduga menjadi muara lalat tersebut berkembang biak juga perlu dilakukan fogging. “Namun dari pihak pengusaha (pemilik kandang ayam) sudah datang ke sini untuk menawarkan fogging, tapi kami menyarankan agar mereka menyelesaikan yang di sana. Mungkin ditutup pakai pasir,” ucapnya.
Dari pantauan, volume lalat yang sempat menghinggapi tempat seperti dapur dan kamar asrama siswa sekolah rakyat yang terlihat berkurang. Meski demikian, beberapa lalat masih ditemukan hinggap di areal tersebut.
“Sekarang sudah berkurang walaupun masih satu dua. Semoga untuk kedepannya bisa berkurang,” ujar Satria.
Keberadaan lalat di SRMP 18 Sentra Paramita Mataram menimbulkan keresahan bagi para guru, pengelola dapur, dan warga Sentra lainnya. Sebab, lalat tersebut dapat mengganggu aktivitas pembelajaran serta dikhawatirkan membawa kuman yang menyebabkan siswa sakit.
Sebelumnya, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengentas keberadaan lalat tersebut, namun hasilnya nihil. Lalat-lalat tersebut terus saja menyerbu SRMP.
Pihak SRMP sampai melayangkan surat permohonan penanganan lebih lanjut kepada dinas terkait untuk membasmi lalat-lalat tersebut.
Satria berharap, serangga pembawa penyakit tersebut segera mendapat penanganan dari pihak terkait. “Karena ini kan sumber penyakit. Kalau bisa ada solusi permanenlah, (kandang ayam) itu ditutup atau apa. Karena kalau di-fogging pun kalau masih ada sumbernya itu mungkin akan tetap ada,” pungkasnya. (sib)

