Kamis, Maret 12, 2026

BerandaNTBCKG di Sekolah, Dinkes NTB Targetkan Dua Sekolah Per Kabupaten

CKG di Sekolah, Dinkes NTB Targetkan Dua Sekolah Per Kabupaten

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB tengah mempersiapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar siswa-siswi di lingkungan sekolah. Pada tahap awal yang akan diselenggarakan pada Agustus 2025 ini, Dinkes menargetkan minimal dua sekolah per kabupaten/kota.

Kepala Dinkes NTB, dr.H. Lalu Hamzi Fikri pada Kamis, 14 Agutsus 2025 mengatakan, sebelumnya Dinkes sudah melakukan CKG di sekolah rakyat yang ada di NTB. Kemudian secara bertahap, pihaknya akan melangsungkan program Presiden Prabowo itu di lingkungan sekolah negeri dan madrasah di NTB.

“Sekolah Rakyat yang sudah ada kemarin yang dilaunching oleh Pak Presiden di NTB itu kan ada di Lombok Timur, Lombok Barat itu sudah berjalan sekolah rakyat itu kita lakukan CKG di level sekolah,” katanya kepada Suara NTB.

Saat ini, Dinkes NTB telah meminta Dinkes di tingkat Kabupaten/Kota untuk melaksanakan hal serupa di sekolah-sekolah.

“Kita sudah sampaikan ke kabupaten kota dalam tahap persiapan dan insyaallah dalam bulan Agustus paling tidak sampai ke September ini teman-teman sudah mulai melaksanakan kegiatan CKG di sekolah,” ujar Lalu Hamzi.

Ia menyebut, program CKG yang menyasar siswa-siswi itu nantinya akan menargetkan dua sekolah per kabupaten/kota. “Karena kan ini selain CKG umum yang sudah kita laksanakan bertahap ke sekolah dan tentunya harapannya nanti pada akhirnya semua sekolah yang akan tercover oleh CKG ini,” sebut Lalu Hamzi.

Adapun layanan cek kesehatan yang akan diberikan kepada para siswa nantinya tidak jauh berbeda dengan CKG pada umumnya.  “Hampir sama. Jadi kan Kesehatan remaja itu ada skrining ketika ada terkait anemia, skrining terkait kesehatan gizi, bahkan aspek kesehatan jiwa pun bisa kita skrining di situ. Jadi sama formatnya. Tapi ini kan fokusnya ke anak-anak remaja,” terang Lalu Hamzi.

Kepala Dinkes NTB itu berharap, dengan adanya program CKG yang menyasar pelajar tersebut dapat menjadi alarm awal apabila ada temuan atau indikasi penyakit dari hasil skrining nantinya.

“Tentunya dengan early detection kita tahu lebih awal apa yang dirasakan apa yang di misalkan kita skrining di awal kita intervensi. Jadi early detection itu kuncinya. Jadi skrining itu lebih kepada menemukan kasus itu lebih awal dan melakukan intervensi lebih awal,” pungkasnya. (sib)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO