Giri Menang (Suara NTB) – HUT Ke-80 RI di Lombok Barat diisi berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan, Karnaval, Pawai, Gerak Jalan hingga kegiatan unik lainnya. Seperti di Pondok Pesantren Al-Muslimun NWDI Dusun Tegal Desa Meninting Kecamatan Batulayar. Memperingati Hari Kemerdekaan dengan lomba melukis pot atau tempat bunga di pondok tersebut.
Selain mempercantik pemandangan, kegiatan ini menjadi ruang bagi santri santriwati untuk menyalurkan bakat dan ekspresinya. Ketua Yayasan Afgan Kusumanegara, yang dikonfirmasi media Jumat (15/8/202t) lalu mengatakan bahwa, semua santri/santriwati mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah sampai Aliyah masing-masing kelas diminta menggambar pot atau tempat bunga yang berukuran bervariasi.
“Mereka dipersilakan menggambar (melukis) apapun, yang penting jangan yang tidak-tidak, selain itu bebas, pemandangan, kartun, hewan-hewan yang terkait ekosistem atau lainnya,” terang pria yang dikenal sebagai seniman Komedak itu.
Santri Santriwati urunan sendiri membeli cat dan kuas untuk menggambar. Mereka didampingi oleh guru-guru.
Anak-anak pun begitu semangat mengikuti lomba ini, terlebih santri MI. Mereka mengambil buku pelajaran melihat gambar-gambar yang akan dilukis di pot bunga. Melalui kegiatan ini, ujar Afgan, selain memeriahkan HUT ke-80 RI, juga untuk menyalurkan bakat mereka. “Karena banyak kami lihat mereka gambarnya di meja, kursi dan buku, dengan adanya lomba ini di sana mereka salurkan,” imbuhnya.
Santri/santriwati pun tidak dibatasi menggambar apapun, sebagai bentuk menyalurkan bakat mereka. Sebagian besar kata dia yang digambar santri umumnya seperti pemandangan gunung, laut, dan sawah. Sehingga mereka pun disarankan agar menggambar tidak monoton itu-itu saja, anak-anak pun diminta mencari gambar lain seperti orang sedang belajar, pejuang kemerdekaan atau tentang Indonesia.
Juri yang menilai hasil gambar anak-anak dari pihak yayasan dan kepala sekolah. Hasil lomba ini diumumkan selesai Apel Bendera di pondok, tanggal 17 Agustus. Pemenang akan diumumkan Lima terbaik dan Lima dari bawah (terjelek) beserta wali kelasnya. (her)


