PEMPROV NTB memastikan program Bakti Stunting yang digagas era Zul – Rohmi akan terus berlanjut. Hal ini guna menekan angka stunting di daerah, apalagi di tahun 2024 kemarin stunting kembali meningkat hingga 5,2 persen setelah turun di tahun 2023 lalu.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj.Indah Dhamayanti Putri mengatakan untuk mengentaskan angka stunting, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk lintas sektor. Termasuk dengan melanjutkan program penekanan stunting pada periode pemimpin NTB sebelumnya.
“Pasti ya (melanjutkan program, red), karena dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama Bappeda kemarin, itu kita akan duduk bersama kembali,” ujarnya, Jumat, 22 Agustus 2025.
Wagub membeberkan, saat ini pihaknya fokus menekan angka stunting di daerah dengan prevalensi tinggi. Terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang masih berada di zona merah dengan angka stunting sekitar 30 persen.
Menurutnya, penurunan angka stunting tidak bisa dicapai secara instan. Namun, kerja bersama yang konsisten diyakini mampu memberikan hasil nyata. Sebagai contoh, sebelumnya NTB pernah berhasil menurunkan angka stunting hingga 7 persen dalam satu periode kerja.
“Kita optimis ya, kita pernah menurunkan angka sampai dengan 7 persen walaupun setelah itu ada kenaikan tapi dengan angka 7persen yang pernah diturunkan itu memastikan bahwa dengan kerja bersama, akan sangat efektif untuk menurunkan angkanya,” jelasnya.
Adapun dengan target penurunan stunting hingga 14 persen, mantan Bupati Bima itu mengakui tidak mudah untuk dicapai dalam waktu dekat. Namun, yang lebih penting menurutnya adalah menumbuhkan komitmen kolektif masyarakat dalam membangun pola hidup sehat, termasuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak dan peran ibu dalam keluarga.
“Kalau dalam waktu dekat, tidak semudah itu juga ya. Karena kita tuh, sesungguhnya yang lebih kita utamakan itu bukan hanya sekadar angka. Tapi bagaimana komitmen dari seluruh masyarakat yang ada itu, bahwa mereka tu akan terbiasa mengedukasi juga, akan hidup sehat, memperhatikan ibu,” katanya.
Angka Stunting Naik hingga 5,2 Persen
Di pertengahan tahun 2025, NTB dikejutkan dengan meningkatnya angka stunting di provinsi ini. Di tahun 2023 lalu, angka stunting di NTB turun drastis hingga 8,1 persen dari 32,7 persen ke 24,6 persen. Tahun 2024 meningkat sebanyak 5,2 persen menjadi 29,8 persen.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Tuti Herawati mengatakan salah satu faktor meningkatnya angka stunting yaitu masih maraknya kasus pernikahan dini di NTB.
Menurutnya, angka stunting di NTB bersifat fluktuatif atau tidak menentu. Selama lima tahun terakhir stunting di NTB mengalami naik turun. Di tahun 2019 angka stunting di NTB 36,8 persen, menurun 5,2 persen di tahun 2020 menjadi 31,4 persen.
Meningkat 1,3 persen di tahun 2022 menjadi 32,7 persen, turun 8,1 persen di 2023 menjadi 24,6 persen, dan kembali naik di tahun 2024 menjadi 29,8 persen. (era)

