spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSGunung Semeru Kembali Erupsi, Letusan Menjulang Tinggi

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusan Menjulang Tinggi

Mataram (suarantb.com) – Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur kembali meletus pada Senin, 25 Agustus 2025. Letusan Gunung Semeru tercatat mencapai 700 meter tingginya.

Demikian disampaikan Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis, Senin (25/8/2025).

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 25 Agustus 2025, pukul 06.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” katanya seperti dikutip dari Antara News.

Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 116 detik.

Berdasarkan pengamatan kegempaan, aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Minggu (24/8/2025) tercatat mengalami gempa letusan/erupsi sebanyak 44 kali dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 54-183 detik.

Lalu sebanyak 5 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 49-90 detik.

Selain itu, Gunung Semeru juga mengalami gempa embusan sebanyak 14 kali dengan amplitudo 3-9 mm dan lama gempa 35-90 detik. Kemudian 1 kali harmonik dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 65 detik. Serta gempa tektonik jauh sebanyak 7 kali dengan amplitudo 7-33 mm.

Semeru Berstatus Waspada

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus waspada atau level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi. Di antaranya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sekitar tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Sigit menambahkan, di luar jarak tersebut masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal tersebut lantaran ada potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujar Sigit.

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO