Dompu (Suara NTB) – Kebakaran hutan sering menjadi perhatian di sekitar kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) di musim kemarau. Patrol rutin dan penyadaran kepada masyarakat sekitar kawasan TNT, membuat kasus kebakaran hutan dapat diminimalisasi.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Tambora, Abdul Azis Bakry saat dihubungi, Senin, 25 Agustus 2025. pagi. “Kebakaran hutan masih terjadi di sekitar Kawasan Taman Nasional Tambora. Namun frekuensinya jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini tidak lepas dari adanya patrol rutin yang dilakukan bersama TNI dan Polri,” kata Abdul Azis Bakry.
Tim Manggala Agni dari Balai Taman Nasional Tambora yang bertugas mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), juga rutin melakukan upaya edukasi penyadaran masyarakat sekitar. Terlebih di sekitar TNT juga telah terbentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ikut terlibat dalam Upaya penyadaran masyarakat.
Kolaborasi ini, lanjut Abdul Azis, tidak hanya pada penyadaran masyarakat sekitar sebagai langkah pencegahan, tapi juga pemadaman karhutla di tingkat lokal. Mulai dari kegiatan patrol, deteksi dini, hingga pemadaman api. “Kita juga memiliki alat deteksi kahutla. Ketika ada kasus kebakaran yang terdeteksi, langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” terangnya.
Terkait kunjungan ke TNT di 17-an Agustus 2025, Abdul Azis mengatakan, ada penurunan yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Dari empat resort pendakian di Tambora untuk 15–17 Agustus 2025 hanya 421 orang pengunjung. Jalur Pancasila Dompu sebanyak 190 orang, Piong 108 orang, Kawinda Toi 107 orang, dan jalur Doro Ncanga hanya 16 orang.
Pada waktu yang sama di tahun 2024 lalu, jumlahnya mencapai 1.174 orang dari empat resort yang ada. Jalur Kawinda Toi menjadi terbanyak sebanya 700 orang, diikuti Pancasila ada 312 orang, Pion gada 117 orang, dan Doro Ncanga ada 45 orang.
“Terjadi penurunan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Mungkin karena waktu libura yang singkat, sehingga kurang pengunjung yang melakukan pendakian,” katanya.
Kendati demikian, Azis mengatakan, pihaknya terus membenahi sarana prasarana dalam rangka mendukung tingkat kunjungan ke TNT. Terlebih beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Kehutanan RI telah melakukan kunjungan dan pendakian khusus ke TNT. Beberapa catatan untuk segera dibenahi dan dikoordinasikan dengan lintas sektor, juga telah diketahui pusat. “Dengan pembenahan sarana dan prasarana yang ada, tingkat kunjungan ke TNT akan semakin meningkat,” harapnya. (ula)

