Mataram (Suara NTB) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Skrining Kesehatan dan Pengobatan Gratis untuk Mendukung SDG’s, Hidup Sehat dan Sejahtera. Skrining kesehatan dan pengobatan gratis digelar di Kampus IAHN Gde Pudja Mataram, pada Minggu (31/8/2025). Kegiatan ini bentuk pengabdian IAHN Gde Pudja Mataram kepada masyarakat.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si.,M.Pd., menyampaikan kegiatan skrining kesehatan ini bekerja sama dengan Biddokkes Polda NTB dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sebanyak 632 orang mengikuti kegiatan ini. Peserta skrining kesehatan berasal dari unsur sulinggih/pandita, pinandita, dan organisasi masyarakat keagamaan Hindu.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan dari orang suci, dari pedanda untuk membantu dari aspek kesehatannya. Ditambah aspek kesejahteraan mereka. Serta untuk memperkenalkan kampus dengan para pemuka agama, dengan ormas, sekaligus mengintegrasikan dengan masyarakat luas, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” jelas Rektor.
Selain skrining kesehatan dan pengobatan gratis, pihaknya juga telah mengadakan kegiatan pengabdian lainnya. IAHN Gde Pudja Mataram menggelar donor darah sebelum kegiatan wisuda.
Sebelumnya, pihaknya juga sudah melaksanakan bersih-bersih ke pura terdampak banjir. Termasuk juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai. Kegiatan bakti sosial ini sebagai perwujudan kepedulian sosial pihak kampus untuk masyarakat. “Semoga apa yang kami lakukan ini memberikan karma baik bagi kita semua,” pungkas Rektor.
Pengabdian kepada Kemanusiaan
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., menghadiri dan membuka secara langsung skrining kesehatan dan pengobatan gratis oleh IAHN Gde Pudja Mataram. Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan jajarannya yang telah menggelar kegiatan ini.
“Ini salah satu realisasi program asta cita dari bapak Presiden tentang kesehatan gratis, yang sekarang dilaksanakan khusus untuk umat Hindu yang ada di NTB, astungkara pesertanya banyak. Kita melakukan ini bisa secara berkala,” ujarnya.

Dalam kegiatan seperti ini, lanjut Dirjen, pihaknya tidak mengenal latar agama, yang terpenting adalah kemanusiaan. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada kemanusiaan. Ia menyarankan perlu ada kolaborasi antara tokoh umat yang ada di NTB, agar program ini bisa menjadi program yang berkelanjutan agar masyarakat dapat akses kesehatan yang baik.
“Mudah-mudahan ini gerakan yang tidak hanya dilakukan hari ini, tapi juga masif di berbagai daerah, yang juga melibatkan tokoh agama kita. Ini juga bukti bahwa kampus juga tidak hanya asyik dalam dunia akademik, tetapi juga punya perspektif pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Dirjen.
Seusai pembukaan kegiatan, para tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda NTB melayani para peserta dengan ramah. Para peserta skrining kesehatan IAHN Gde Pudja Mataram yang terdiri dari unsur sulinggih/pandita, pinandita, dan perwakilan organisasi masyarakat terlihat antusias memeriksakan kesehatannya. (ron/*)



