Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Mataram urung terlaksana. Paket MBG yang direncanakan akan dibagikan pada Senin, 8 September 2025 batal, karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat mengalami kendala teknis.
Plt. Kepala SMPN 12 Mataram, Abdul Kadir, pada Senin, 8 September 2025 mengungkapkan kekecewaannya karena paket MBG yang ditunggui tak kunjung datang.
“Kalau saya sebagai Kepala Sekolah di sini sangat kecewa. Kecewanya bukan karena program ini dipending, tapi karena saya melihat anak-anak (siswa) saya banyak bukan hanya satu, dua orang, banyak anak yang mengeluh karena mereka belum sarapan dan mereka tidak bawa uang, karena mereka sudah dijanjikan akan mendapatkan makanan gratis (MBG),” keluhnya.
Menurut Abdul Kadir, pembatalan distribusi paket MBG ke SMPN 12 Mataram itu karena pihak SPPG menemui kendala teknis.
“Pokoknya yang SMPN 12 Mataram karena banyak penerima manfaat. Ada 785 penerima manfaat jadi mereka tidak bisa mengejar pemenuhan itu,” ungkapnya.
Pihak SPPG, kata Abdul Kadir, sempat menawarkan agar pendistribusian paket MBG dipindahkan pada siang hari. Namun, pihaknya belum menyanggupi karena biasanya, siswanya sudah pulang sekolah selepas Salat Zuhur.
“Kalau (pukul) 13.30 saja mereka antar saja itu belum tentu bisa dipastikan bahwa mereka akan antar jam segitu. Jadi anak-anak sudah kami pulangkan. Karena ada beberapa anak yang tadi sudah sangat lemas. Mereka tidak sarapan. Dan persiapan makanan di kantin sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG telah meminta maaf kepada pihak sekolah karena tidak bisa memastikan kesiapan makanan untuk didistribusikan.
Abdul Kadir menegaskan, SPPG harus benar-benar mengevaluasi total pendistribusian paket MBG ini. Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami di sekolah sudah merencanakan banyak hal. Termasuk jadwal kapan makanan itu datang terus kapan anak-anak itu kami siapkan untuk makan. Sehingga kalau tidak dijadwalkan seperti itu dampaknya ke jadwal pembelajaran,” terang Abdul Kadir.
Ia menambahkan, jika pihak SPPG tidak bisa mengirim paket MBG pada waktu yang sudah disepakati, pihaknya terbuka untuk berdiskusi mencari jalan tengah terkait waktu yang tepat.
“Mungkin kalau pihak SPPG tidak bisa mengirimkan jam 09.00 (Wita) itu. Mungkin kita bisa diskusikan lebih lanjut. Mungkin untuk makan siang atau apalah,” ucapnya.
Kendati demikian, ia berharap pihak SPPG tetap berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan MBG di SMPN 12 Mataram sesuai MoU yang sudah disepakati. (sib)

