Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pertanian (Distan) terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Salah satunya melalui program inovasi “Siketan dan Brigade”. Brigade dan Siketan ini menyasar daerah-daerah pertanian optimalisasi lahan yang tadinya IP (Indeks Pertanaman) hanya sekali. Diharapkan dengan Brigade dan Siketan yang melibatkan petani milenial ini bisa meningkatkan IP menjadi dua kali atau lebih.
Di samping program ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja di kalangan milenial, sesuai konsep program ini mengurangi pengangguran di desa dengan membuka lapangan kerja baru. Serta menjadikan desa ketahanan pangannya kuat.
Kepala Distan Lobar Hj. Damayanti Widyaningrum saat peluncuran program inovasi ini, Kamis, 18 September 2025. menerangkan Brigadie Pangan ini satu kelembagaan petani yang lebih kuat dan tangguh adaptif terhadap pertanian.
Brigade pangan ini nanti memiliki kepengurusan, mulai manajer, beberapa divisi di antaranya produksi, alsintan, divisi keuangan, pemeliharaan dan lainnya. Adanya pengurus ini, diharapkan akan ada inovasi.
Untuk memperkuat Brigade ini, pihaknya pun membuat inovasi sistem kemitraan Pertanian (Siketan). “Nanti sistem kemitraan Pertanian antara Brigade dengan petani-petani kita,” kata dia.
Nantinya petani ini akan kerja sama dengan Brigade Pangan, dengan sistem pembagian tergantung kesepakatan, misalnya 70 Persen : 30 persen. Mereka bermitra, di mana Brigade Pangan yang mengurus semua. Brigade pangan ini bisa nanti memberikan saprodi, alsintan dan pelayanan terkait pembinaan, sosialisasi kepada petani.
Jenis tanaman yang digarap untuk sementara padi untuk meningkatkan produksi, ketahanan pangan di daerah. Dari kerjasama kemitraan itu lanjut dia, minimal menggarap 200 hektare. Adanya program kemitraan ini, petani milenial bisa mendapatkan penghasilan dengan bagi hasil atas kesepakatan dengan petani. “Sehingga ini juga untuk mengurangi pengangguran, hitung-hitungannya kalau hasilnya 3,5 ton saja per hektare, hasil per bulannya sekitar Rp6,5-9 juta per bulan,” ujarnya. (her)



