Giri Menang (Suara NTB) – Warga yang tinggal di daerah lingkar Bendungan Meninting, Lombok Barat (Lobar) diberikan bantuan paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto. Terdapat empat desa yang menerima bantuan sembako ini, diantaranya Bukit Tinggi, Gegerung, Dasan Geria, dan Penimbung.
Bantuan paket sembako Presiden ini tindak lanjut pasca-kunjungan Presiden pada peresmian Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat (10/7/2026) lalu. Kades Bukit Tinggi, Ahmad Muttakin pada Senin (13/7/2026) mengatakan, empat desa yang diberikan bantuan paket sembako Presiden ini. Untuk desanya, terdapat 1.070 paket bantuan Presiden diberikan sesuai jumlah KK warganya. “Bantuan ini bentuk sumbangsih (oleh-oleh) pak Presiden kepada warga yang biasa dilakukan setiap kunjungan kerja,” ujarnya.
Paket bantuan itu berisi tujuh jenis, seperti beras 2,5 kilogram, blueben, susu, kopi, teh, gula dan sarden. Isi paket bantuan ini berbeda-beda ditiap desa, karena di desa lain diberikan minyak.
Bantuan ini tentu membantu warganya ditengah kondisi ekomoni sulit ini. Pemberian bantuan ini disampaikan ke Sekretariat Negara jauh-jauh hari sebelum Presiden turun ke desa itu, apa jenis bantuan yang bisa diberikan ke warga. “Alhamdulillah sembako ini oleh-olehnya,” imbuhnya.
Terpenting hadiah dari Presiden, dengan kepastian rencana pembangunan bypass Lembar – Kayangan yang segera direalisasikan. Karena seperti pengakuan Presiden, bahwa masih banyak hutang ke warga NTB karena tiga kali Pilpres, presiden tetap menang di NTB. Khusus di desanya sendiri, beberapa hal yang perlu dimaksimalkan, pengelolaan pariwisata, fasilitas dan infrastruktur pendukung lainnya.
Hal senada disampaikan Kades Gegerung, Harun mengatakan bahwa desanya menerima bantuan sembako dari Presiden sebanyak 2.500 paket. “Itu bantuan langsung dari bapak Presiden,” jelasnya.
Paket bantuan ini berisi beras 5 kilogram, Gula 1 Kilogram, minyak goreng 1 botol (1 liter). Penyaluran pun telah dilakukan pihaknya pada Senin pagi di kantor Desa setempat. Informasi pemberian paket bantuan itu dari Sekretariat Negara, sehari sebelum kunjungan Presiden ke Bukit Tinggi. Pihaknya ditelpon untuk dimintai data jumlah KK warganya. (her)

