spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALYouth Conference “Berugak Pemuda” Satukan 20 Sekolah dan Belasan Komunitas, Jadi Ruang...

Youth Conference “Berugak Pemuda” Satukan 20 Sekolah dan Belasan Komunitas, Jadi Ruang Kolaborasi Pemuda NTB

Mataram (suarantb.com)Youth Conference Berugak Pemuda resmi digelar di Hotel Lombok Plaza, Mataram, 24–25 September 2025. Digelar atas inisiasi BasaNTB, platform digital yang dijalankan oleh Yayasan ECCO Foundation, forum ini menghadirkan perwakilan 20 sekolah dan belasan komunitas pemuda yang berkumpul untuk berdiskusi, berkolaborasi, sekaligus merumuskan solusi atas isu-isu strategis di daerah.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa dialog, talkshow, diskusi kelompok, hingga deklarasi bersama.

Koordinator BasaNTB, Walissa Tanaya Pramanasari, dalam laporannya menegaskan bahwa forum ini lahir dari semangat Berugak, simbol musyawarah khas Lombok.

“Konferensi ini mengusung semangat Berugak, tempat musyawarah yang melambangkan kesetaraan dan kebersamaan. Dari mendengar lahir pemahaman, dan dari pemahaman lahir aksi bersama. BasaNTB hadir sebagai jembatan antara pemuda dan pemerintah, teman kecil yang menemani perjalanan mereka,” jelasnya.

Walissa menambahkan, sebelum konferensi ini, BasaNTB telah mengadakan dua kali wikithon serta kampanye di Lombok Barat dan Lombok Utara. Kegiatan tersebut, katanya, menunjukkan energi besar pemuda NTB dalam melahirkan solusi kreatif untuk masyarakat.

Walikota Mataram diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Ir. H. Suhartono Toemiran, M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan konferensi ini.

Youth Conference ini menjadi ruang yang menghasilkan kolaborasi lintas sektor. Pemuda harus hadir sebagai motor penggerak sosial, berani mengambil peran, dan ikut langsung dalam setiap perubahan.” tegasnya.

Youth Conference Berugak Pemuda yang digelar di Hotel Lombok Plaza, Mataram, 24–25 September 2025.

Sambutan Wakil Gubernur NTB diwakili oleh Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Dr. Ahsanul Halik, S.sos., MH., turut menekankan pentingnya bonus demografi bagi pembangunan NTB.

“70 persen penduduk NTB berada dalam usia produktif. Pemuda adalah harapan masa depan sekaligus aktor pembangunan hari ini. Energi besar pemuda tidak boleh hilang menjadi buih, tetapi harus menjadi gelombang perubahan yang menggerakkan negeri. Teruslah berkolaborasi, jangan berhenti bermimpi, dan jadilah penulis babak terbaik bangsa ini,” katanya.

Dalam Keynote Speech, Gubernur NTB diwakili oleh Kepala Bidang Pemuda dari Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Tarmidzi, S.Kom, M.E., menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung ruang kolaborasi anak muda.

“Kami percaya bahwa NTB tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi karena pemudanya yang kritis, kreatif, dan solutif. Melalui forum ini, pemerintah ingin mendengar langsung suara generasi muda agar kebijakan yang dihasilkan lebih partisipatif dan relevan,” pungkasnya.

Pada hari pertama, Rabu (24/9/2025), peserta mengikuti tiga lokakarya, yakni critical thinking oleh Imanuella Romaputri Andilolo, M.Sc. (Dosen FEB Universitas Mataram), collaborative problem solving oleh Mega Nisfa Makhroja, S.IP., M.Si., M.A. (Dosen Hubungan Internasional Universitas Mataram sekaligus aktivis kesetaraan gender), serta penulisan kreatif oleh jurnalis Buniamin Azmah.

Selain lokakarya, konferensi juga menghadirkan talkshow yang membahas peran pemuda dalam mendorong partisipasi publik. Talkshow tersebut menghadirkan Mishella Syalomita Angelica M. (Duta Pelajar Remaja Indonesia), Hidayat Al Fariqi (pemenang Wikithon), Bini Afifia Widuri (Duta Bahasa NTB sekaligus pemenang Wikithon kategori umum), dan Ita Ibnu (perwakilan BASAibu).

Hari kedua, Kamis (25/9/2025), dibuka dengan sesi berbagi best practices dari sejumlah instansi pemerintah dan komunitas pemuda. Narasumber yang hadir di antaranya Lalu Yaniwardan, S.Pd., M.Pd. (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/Disdikbud), Yunita Wahyuni, S.Hut., M.Hut (DLHK), Asri, S.HI., M.HI. (PKK NTB), Sri Trisnadewi (Pokdarwis Solah Desa Lantan), Arif Al Hakim (Forum GenRe), serta Dedy Hermansyah (Komunitas Teman Baca).

Usai paparan, peserta dibagi ke dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan isu prioritas di empat tema utama, yaitu pendidikan dan literasi, kesehatan, lingkungan, serta pernikahan dini. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di pos masing-masing, kemudian mendapat umpan balik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun peserta lain.

Youth Conference Berugak Pemuda yang digelar di Hotel Lombok Plaza, Mataram, 24–25 September 2025

Selain itu, peserta memperoleh pembekalan Metodologi Partisipasi Publik dari BasaIbu yang menekankan bagaimana wikithon dapat menjadi platform efektif untuk menyuarakan pendapat pemuda dalam isu-isu publik. Proses berlanjut dengan pemilihan isu prioritas melalui mekanisme voting yang melibatkan seluruh peserta konferensi.

Tidak hanya diskusi, forum ini juga memberi ruang ekspresi melalui unjuk bakat seni dan keterampilan. Penampilan musik, puisi, hingga drama singkat menjadi penyegar di tengah padatnya agenda konferensi.

Puncak kegiatan ditandai dengan Deklarasi Berugak Pemuda NTB sekaligus pengukuhan Gumi Muda. Dalam kesempatan itu, terpilih Haniyah Nur Azizah dari SMAN 4 Mataram sebagai ketua Gumi Muda yang memimpin pembacaan deklarasi. Terpilihnya Haniyah menegaskan komitmen pemuda NTB untuk terlibat nyata dalam isu-isu strategis. 

Dengan penuh semangat kolaborasi, konferensi “Berugak Pemuda” resmi ditutup. Para peserta membawa keyakinan bahwa pemuda NTB mampu menjadi penggerak perubahan sosial dan agen pembangunan di daerahnya. (ron/*)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO