Sabtu, Maret 7, 2026

BerandaEKONOMINTB Targetkan 2.000 Akad Rumah Subsidi hingga Akhir 2025

NTB Targetkan 2.000 Akad Rumah Subsidi hingga Akhir 2025

Mataram (Suara NTB) – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan sebanyak 2.000 akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dapat terealisasi hingga akhir tahun 2025. Target ini merupakan dukungan terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah subsidi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara akad massal nasional yang digelar di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025), Presiden Prabowo menyaksikan langsung penyerahan 25.000 unit rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Acara ini berlangsung secara hybrid, dengan 200 MBR hadir langsung dan lebih dari 24.800 MBR mengikuti secara daring dari 90 lokasi perumahan di 30 provinsi.

Acara ini diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BP Tapera, sebagai bagian dari lonjakan besar dalam penyediaan rumah bersubsidi dari sebelumnya 220.000 menjadi 350.000 unit pada 2025.

Ketua REI NTB, Hery Athmaja, menegaskan bahwa pengembang di NTB siap menyukseskan program tersebut. Ia menyebutkan, akad massal terakhir akan dijadwalkan pada Desember 2025, dengan target minimal 50.000 unit rumah subsidi secara nasional. “Presiden sangat serius mendukung program ini. Kuota rumah subsidi ditambah, dan diharapkan terus berlanjut. Untuk NTB, khususnya Mataram, kami berharap mendapat porsi dalam program tiga juta rumah ini,” ujarnya.

Hery juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk pengembang perumahan, dengan total dana lebih dari Rp100 triliun. “Pengembang bisa mengakses KUR hingga Rp20 miliar dengan bunga ringan hanya 5–7 persen. Ini sangat membantu agar mereka bisa fokus membangun, tanpa kesulitan modal,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Bebas BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) khusus MBR.

Program ini dinilai sangat menguntungkan konsumen. Harga rumah subsidi di NTB saat ini masih berada di kisaran Rp185 juta, dengan ketersediaan merata dari Lombok hingga Sumbawa. “Sekarang adalah momentum tepat untuk membeli rumah subsidi. Kuota masih tersedia, dan harga rumah berpotensi naik di masa depan. Jangan sampai terlambat,” imbau Hery.

Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme pengembang, REI NTB yakin dapat memenuhi target 2.000 akad rumah subsidi hingga akhir tahun 2025.

“Pemerintah sudah membuka jalan. Tinggal bagaimana kita, para pengembang, dan masyarakat memanfaatkan peluang emas ini,” pungkas Hery. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO