spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSUsai Balapan, 540 Ton Logistik MotoGP Mandalika 2025 Diterbangkan ke Australia

Usai Balapan, 540 Ton Logistik MotoGP Mandalika 2025 Diterbangkan ke Australia

Praya (suarantb.com) – Usai balapan, 3-5 Oktober 2025, sebanyak 540 ton logistik MotoGP Mandalika 2025 dikirim ke Australia untuk penyelenggaraan seri berikutnya, yaitu MotoGP Australia.

Berdasarkan jadwal, proses pengiriman outbound sejak 6-8 Oktober 2025. Seluruh kargo berangkat dari Lombok menuju Australia menggunakan pesawat kargo Qatar Airways Boeing 777 dan Malaysia Airlines.

Rangkaian penerbangan ini menjadi bagian dari operasi logistik global MotoGP yang harus berjalan tepat waktu, tanpa ruang untuk keterlambatan sedikit pun.

Berdasarkan jadwal, sebanyak lebih dari 540 ton barang logistik MotoGP meninggalkan Mandalika dalam kurun waktu tiga hari. Rinciannya adalah:

6 Oktober 2025: satu penerbangan dengan muatan sekitar 100 ton kargo.

7 Oktober 2025: satu penerbangan kembali membawa 100 ton kargo.

8 Oktober 2025: tiga penerbangan, masing-masing memuat 100 ton barang logistik, serta satu penerbangan terakhir bermuatan 40 ton yang waktunya akan disesuaikan dengan kesiapan lapangan.

Seluruh barang tersebut meliputi motor balap, ban, bahan bakar, perlengkapan paddock, peralatan elektronik, suku cadang, serta perangkat media dan dokumentasi. Setelah tiba di Australia, seluruh kargo akan segera disiapkan untuk seri MotoGP Australia pada 17-19 Oktober 2025.

Logistik MotoGP Elemen Paling Vital

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa logistik merupakan salah satu elemen paling vital dalam penyelenggaraan MotoGP. Menurutnya, pengelolaan ribuan item logistik dengan waktu yang sangat terbatas membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan ketelitian tinggi.

“Logistik adalah nadi dari event sebesar MotoGP. Semua motor, peralatan, dan perlengkapan tim harus tiba tepat waktu, dalam kondisi aman, dan siap digunakan,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi menjelaskan bahwa proses pengiriman logistik tidak terlepas dari kerja sama erat antara Bea Cukai, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, maskapai penerbangan, dan berbagai pihak terkait lainnya.

Sejak kedatangan kargo hingga proses kepulangan kargo, seluruh tahapan dilakukan secara terencana, presisi, dan sesuai standar keamanan internasional.

“Koordinasi yang solid menjadi kunci agar tidak ada hambatan. Kami bersyukur sampai sejauh ini seluruh proses berjalan lancar. Kami optimistis seluruh kebutuhan tim balap dapat terpenuhi sesuai jadwal,” tandasnya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO