Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini atau LAZ didampingi Wabup Hj Nurul Adha secara resmi melantik tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) atau Eselon II yang sempat lowong, pada Senin (13/10/2025).
Di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, Bupati LAZ menekankan agar OPD menerjemahkan visi misi dalam bentuk program kerja nyata.
LAZ juga meminta jajaran harus kreatif di tengah keterbatasan fiskal daerah dampak pemangkasan Dana Transfer Daerah (TKD). Tiga pejabat yang dilantik, yang merupakan hasil dari proses asesmen ketat, diyakini mampu membawa angin segar dan inovasi di tengah tantangan fiskal daerah yang tidak ringan.
Kursi Kepala OPD Lobar yang terisi meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kesehatan.
Masing-masing diisi oleh figur yang telah melalui seleksi dan memiliki rekam jejak di lingkungan Pemkab Lobar. Fathurrahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dukcapil, kini resmi menakhodai Dinas Dukcapil.
Di sektor maritim, H. Rizki Bani Adam, yang dikenal sebagai Kabag Prokopim, dipercaya memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar.
Sementara itu, posisi krusial yakni Kepala Dinas Kesehatan Lobar diisi oleh Erni Suryana, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Bagian Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD Tripat.
Kepala OPD Lobar Harus Terjemahkan Visi dan Misi Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan, pelantikan ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah ikrar dan penugasan amanah yang berat. Ia menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik harus segera menerjemahkan visi dan misi daerah ke dalam program kerja nyata.
“Tentu pelantikan yang kita lakukan hari ini merupakan ikrar, ikrar melakukan tugas dengan baik sesuai sumpah, dan ikrar melaksanakan amanah dari pimpinan,” ujar Bupati Zaini.
Ia melanjutkan, mandat yang diemban para Kepala OPD Lobar baru merupakan kunci untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah.
“Ini amanah yang kami titipkan untuk bisa menterjemahkan berbagai kebijakan yang tertuang dalam RPJMD agar betul-betul bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Bupati juga mewanti-wanti agar pimpinan SKPD tidak bergantung pada jajaran di bawahnya, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak.
“Tidak ada pimpinan SKPD yang bergantung pada jajaran di bawahnya, harus bisa arahkan seluruh stafnya untuk mencapai target. Kontrak kinerja yang tertuang harus dilaksanakan,” cetus Bupati dengan nada serius, sembari menambahkan bahwa perbaikan kinerja tidak boleh ditunda. “Berbuat baik tidak mesti nunggu sebulan dua bulan, tapi besok pagi harus dilakukan,” tegasnya.
Butuh Kretivitas Hadapi Kondisi Fiskal Daerah
Salah satu poin penting yang disoroti Bupati LAZ adalah kondisi fiskal daerah yang membutuhkan adaptasi dan kreativitas tinggi dari seluruh Kepala OPD Lobar. Ia secara terbuka menyinggung beban anggaran yang dihadapi daerah.
“Fiskal kita yang terbatas, dibutuhkan kreativitas Kepala OPD untuk bertahan. Pemotongan TKD 300 miliar lebih adalah beban berat. Namun, kita yakin kita akan bisa beradaptasi,” ungkapnya, menyoroti urgensi efisiensi dan inovasi dalam pengelolaan program.
Ia juga memberikan catatan khusus terkait pentingnya integritas. Ia mengisyaratkan bahwa faktor moralitas dan kesetiaan terhadap pimpinan dapat menjadi penentu, terutama bagi pejabat di posisi yang sangat menantang.
“Integritas dan loyalitas, saya yakin yang terpilih ini memenuhi itu. Terutama Kadis Kelautan saat ini. Kalau assessment kurang, maka akan diambil dari integritas dan loyalitas. Karena itu penting. Saya tidak pakai pendekatan apapun, pendekatan politik tidak dan pendekatan kedekatan juga tidak,” tutupnya, menekankan kembali komitmennya untuk membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan loyal terhadap cita-cita pembangunan Lobar.
LAZ juga menekankan bagiamana tantangan pada Desember nanti, lantaran adanya rencana perampingan lima OPD Lobar. Penilaian dilakukannya berbasis kinerja, berbasis kompetensi. Sehingga hal ini harus diperhatikan oleh semua jajaran. Dalam penilaian ini, lanjut LAZ, semua memiliki peluang sama untuk kena di posisi lima terbawah. (her)


