spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURLapas Selong dan BPVP Lotim Jalin Kolaborasi, Siapkan Bekal Vokasi Bagi Warga Binaan

Lapas Selong dan BPVP Lotim Jalin Kolaborasi, Siapkan Bekal Vokasi Bagi Warga Binaan

Selong (Suara NTB) – Dalam upaya konkret memutus mata rantai residivisme (pengulangan tindak pidana), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menjalin kemitraan strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim).

Kolaborasi ini difokuskan untuk memberikan pelatihan keterampilan, uji kompetensi, dan sertifikasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar siap bersaing di dunia kerja setelah bebas.

Koordinasi strategis antara Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB dan BPVP Lotim telah dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025. Pertemuan ini dihadiri langsung Kepala Kanwil Dirjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna, didampingi Kepala Lapas Selong, Ahmad Sihabudin, serta Kepala BPVP Lotim, Verry Fahrudin.

Kepala BPVP Lotim, Verry Fahrudin, dalam paparannya menegaskan komitmennya untuk mendukung program ini. “Kami menyiapkan berbagai program pelatihan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan telah berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui program ini, WBP akan dibekali dengan keterampilan yang relevan dan diakui secara nasional,” terang Verry.

Lebih lanjut, Verry menjelaskan bahwa jenis pelatihan dan model pembelajarannya masih akan dirancang lebih rinci bersama dengan pihak Lapas. “Dalam waktu dekat, kami bersama Lapas akan menyusun kurikulum dan modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan WBP pasca-pembebasan,” tambahnya.

Pelatihan rencananya akan dilaksanakan dengan sistem blended learning, yaitu kombinasi daring dan luring. Metode daring akan digunakan untuk pemberian materi teori, sedangkan sesi praktik akan dilakukan secara langsung (offline) untuk memastikan pemahaman dan keahlian yang maksimal.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna, menekankan pentingnya sinergi lintas instansi ini. “Pembinaan kemandirian harus mengarah pada sertifikasi dan pengakuan kompetensi. Dengan begitu, Warga Binaan memiliki nilai tambah dan bekal nyata untuk bisa bekerja atau berwirausaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Harapan besar disampaikan oleh Kepala Lapas Selong, Ahmad Sihabudin. Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi ini. “Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan bagi WBP. Kami berharap, melalui kerja sama ini, dapat mencetak Warga Binaan yang lebih mandiri dan siap berkontribusi positif di masyarakat,” ujar Sihabudin. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO