Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kementerian Hukum (Kemenkum) akhirnya meneribitkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Robusta Batulanteh dengan nomor HKI.4-KI.07.02-1.
“Kita sudah mendapatkan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kopi Robusta Batulanteh sudah terbit tanggal 29 September 2025 dengan nomor ID G 000000195,” kata Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada wartawan, Kamis (30/10).
Suharmaji mengakui, penerbitan sertifikasi IG Kopi Robusta tersebut bisa terwujud setelah melalui penantian yang panjang semenjak inisiasi di tahun 2020. Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk.
“Jadi, IG ini berkaitan dengan faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia dalam memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan,” ucapnya.
Dia melanjutkan, sementara yang mendapatkan IG tersebut adalah Kopi Robusta olah basah dan olah kering dengan jenis barang berupa kopi biji, kopi sangrai dan kopi bubuk. Karakteristik Kopi Robusta batulanteh memiliki cita rasa dominan rasa chocolaty, milk chocolaty, caramelly dan spicy.
“Berdasarkan hasil pengujian Kopi Robusta Batulanteh mempunyai cita rasa yang sudah baik dengan cupping score diatas 80,” sebutnya.
Ia menambahkan, penerbitan sertifikat tersebut ini setelah berproses dari beberapa tahapan yang harus dilalui antara lain seleksi administrasi, pemeriksaan substantif dan penerbitan sertifikat. Dengan adanya IG ini akan memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik yang kuat terhadap Kopi Robusta Batulanteh.
“Harapannya produk kopi Robusta Batulanteh ini dapat bersaing dengan kopi daerah lain yang sudah terkenal seperti Java, Gayo di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.
Adapun saat proses pendaftaran sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Robusta Batulanteh Sumbawa dihadiri Kepala Sub Bidang Pelayanan Intelektual Gusti Ngurah Suryana Yuliadi. Penanggung Jawab Pendampingan dan Pengembangan dari Pusat Penelitian Kopi dan KakaoIndonesia (Puslitkoka) Djoko Soemarno serta Ketua Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Batulanteh Sumbawa Ahdar. (ils)


