Selasa, Maret 10, 2026

BerandaBIMASejumlah Wilayah di Bima Diterjang  Banjir dan Longsor, Jembatan Penghubung Desa Nggembe...

Sejumlah Wilayah di Bima Diterjang  Banjir dan Longsor, Jembatan Penghubung Desa Nggembe Putus

Bima (suarantb.com) – Hujan deras disertai kilat dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima sejak Sabtu (8/11/2025) malam memicu bencana hidrometeorologi di berbagai titik. Selain di Kota Bima, bencana banjir dan longsor juga terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima seperti Madapangga, Wawo, Palibelo, Bolo, dan Lambitu.

Banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang terjadi hampir bersamaan. Dengan dampak terparah dialami masyarakat Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, setelah jembatan penghubung antar dusun roboh dan memutus akses transportasi warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyra, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung hampir lima jam menjadi pemicu utama terjadinya bencana di berbagai wilayah.

Beberapa Sungai Meluap

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Beberapa sungai tidak mampu menahan volume air yang besar, sehingga meluap ke permukiman dan jalan raya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (10/11/2025).

Menurut Isyra, di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, banjir merendam 11 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. “Yang paling parah, jembatan penghubung antara Dusun Jala dan Dusun Nggembe roboh dan tidak bisa dilalui kendaraan. Jalur transportasi warga kini terputus total,” katanya.

Jembatan Jala adalah salah satu jalan penghubung Desa Nggembe dengan Desa Darussalam di Kecamatan Bolo. Jembatan ini juga menjadi jalur alternatif bagi beberapa desa di Kecamatan Soromandi.

“Pengendara roda empat dilarang untuk melintas seusai jembatan roboh. Mereka diarahkan untuk melintas di jalur utama Sila-Bajo,” sebutnya.

Selain di Kecamatan Bolo, lanjut Isyra, banjir juga kembali melanda Kecamatan Madapangga, terutama di Desa Monggo, Ncandi, dan Tonda. “Di Desa Monggo, sebanyak 580 rumah warga terendam air setinggi 70 sentimeter, termasuk tiga fasilitas pendidikan. Sedangkan di Ncandi dan Tonda, banjir juga menggenangi puluhan rumah,” jelasnya.

Banjir juga melanda Kecamatan Wawo, di mana air meluap hingga merendam rumah dinas Camat, Kantor KUA, dan Kantor Pos Kecamatan. “Pagar MTsN 1 Wawo roboh sepanjang 16 meter, dan di Desa Maria Utara ada satu penggilingan padi serta puluhan karung beras yang terendam banjir,” ungkapnya.

Kecamatan Palibelo pun turut terdampak cukup parah. Di Desa Belo, 309 rumah warga di tujuh RT terendam air hingga 70 sentimeter. Sementara satu kandang ayam ambruk dan sebagian ternak terbawa arus.

“Di Desa Teke, satu penggilingan padi rusak berat dan lahan pertanian seluas delapan hektare ikut tergenang. Selain itu, di Desa Ntonggu, pagar SMPN 2 Palibelo roboh akibat longsor,” terang Isyra.

Tidak Ada Korban Jiwa

Tak hanya banjir dan longsor, pohon tumbang juga terjadi di Desa Raba, Kecamatan Wawo, yang sempat menutup jalur lintas Bima–Sape sebelum akhirnya dibersihkan warga dan aparat. Di Kecamatan Lambitu, gorong-gorong di Desa Teta roboh dan mengganggu akses jalan lintas antar desa.

Meski kerusakan cukup luas, Isyra memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangkaian bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan cepat di lapangan.

“BPBD bersama aparat kecamatan dan desa telah menyalurkan bantuan tanggap darurat di Desa Belo dan Desa Teke. Kami juga terus melakukan kaji cepat dan pendataan kerugian,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah kebutuhan mendesak sedang diupayakan, termasuk logistik, peralatan tanggap darurat, pembuatan tanggul di Desa Belo, normalisasi sungai, serta perbaikan gorong-gorong dan jembatan yang rusak.

“Kami berharap dinas terkait segera membantu mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak agar aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bima dalam beberapa hari ke depan. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO