spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURBuka MTQ Ke-31 Pringgabaya, Momentum Lahirkan Generasi Islami

Buka MTQ Ke-31 Pringgabaya, Momentum Lahirkan Generasi Islami

Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Kecamatan Pringgabaya pada Rabu, 12 November 2025 . Kegiatan yang berlangsung di Masjid Besar Jami’ul Khair Pringgabaya ini disambut antusias masyarakat, menandai bangkitnya kembali ajang religi setelah vakum selama tiga tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Wabup Edwin menegaskan bahwa MTQ bukanlah sekadar acara seremonial atau perlombaan belaka. “MTQ bukan sekadar acara seremonial atau lomba semata. Yang utama adalah nilai ibadah dan pahala yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Ia menyebut MTQ sebagai ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara pondok pesantren, peserta, dan seluruh masyarakat.

Wakil Bupati juga menekankan tujuan strategis dari pelaksanaan MTQ, yaitu untuk mewujudkan visi daerah SMART, khususnya pada aspek religius dengan melahirkan generasi islami. Kepada para peserta, ia berpesan untuk berlomba dengan semangat dan sportivitas tinggi, karena nilai-nilai tersebutlah yang akan memberikan kekuatan sejati, baik dalam lomba maupun kehidupan.

Menyoroti pentingnya kualitas penyelenggaraan, Wabup meminta dewan hakim (hakam) untuk meningkatkan objektivitas penilaian. Ia secara khusus menekankan prinsip menghindari konflik kepentingan. “Kami tekankan, ketika ada lomba-lomba seperti ini diusahakan dewan hakam yang santrinya ikut [lomba] tidak dilibatkan, sebab itu akan memengaruhi penilaian,” ujarnya.

Dengan posisi Lombok Timur yang berada di urutan ke-7 pada MTQ Provinsi 2024, Wabup Edwin menyatakan tekad yang ambisius. Pemerintah menargetkan untuk menembus tiga besar pada MTQ Provinsi 2026, dengan proyeksi jangka panjang menjadi Juara Umum pada 2028. Untuk mencapainya, seleksi peserta harus dilakukan secara ketat guna memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Lotim.

Kunci kesuksesan lain yang ditekankan adalah kolaborasi. Wabup menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama yang digalakkan pemerintah pusat untuk memastikan program berjalan efektif hingga tingkat terbawah.

Sementara itu, Camat Pringgabaya, Liza Sugiartini, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, termasuk para tuan guru, yang telah mendukung terselenggaranya acara ini meski dengan waktu persiapan yang sangat singkat, hanya tiga hari. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan.

Camat Liza juga menyoroti tantangan zaman modern, khususnya fenomena media sosial yang dinilainya dapat menggeser nilai-nilai luhur masyarakat. “Jika kita lihat sekarang fenomena media sosial, tanpa kita berpedoman pada Al-Qur’an, hidup kita tidak akan berjalan dengan baik,” tegasnya. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO