Selong (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyatakan komitmennya untuk memenuhi rasio tempat tidur rawat inap bagi masyarakat. Saat ini, jumlah tempat tidur yang tersedia masih perlu ditambah agar sesuai dengan kebutuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, kepada Suara NTB, Jumat (29/5/2026) menjelaskan, pihaknya terus berupaya menambah jumlah layanan kesehatan seiring bertambahnya fasilitas kesehatan (faskes) di daerah tersebut. Dengan adanya pilihan faskes yang lebih banyak, masyarakat diharapkan mendapatkan akses layanan yang lebih mudah.
“Faskes harus benar-benar sesuai regulasi. Kami berharap dengan adanya rumah sakit, seperti Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Sikur layanan bertambah dan otomatis tenaga medis serta penunjang lainnya juga ikut bertambah,” ujar Lalu Aries.
Ia menambahkan, terdapat ketentuan pembatasan tempat praktik bagi tenaga medis. Dokter dibatasi hanya tiga hingga empat lokasi praktik, sementara tenaga kesehatan (nakes) maksimal dua lokasi. Pihaknya berharap ada pengaturan yang jelas agar setiap tenaga medis mampu melaksanakan tugas dengan baik.
“Kalau tiga lokasi, semua harus mampu melaksanakan dengan baik. Kami berharap ada tenaga baru. Penambahan faskes harus seiring dengan penambahan nakes,” tegasnya.
Saat ini, jumlah tempat tidur di seluruh faskes Lotim tercatat sebanyak 831 unit. Angka tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat kebutuhan ideal adalah rasio 1 tempat tidur per 1.000 penduduk. Dinas Kesehatan berharap jumlah tempat tidur rawat inap terus bertambah sehingga rasio tersebut dapat terpenuhi.
Sementara untuk puskesmas, terdapat ketentuan maksimal 10 tempat tidur. Namun, animo masyarakat terhadap layanan rawat inap di puskesmas cukup besar sehingga terkesan kurang.
Dalam jangka pendek, Dinkes Lotim akan melakukan penambahan tempat tidur di sejumlah puskesmas. Penambahan ini bersifat permanen, tidak sementara, dengan koordinasi bersama puskesmas setempat. (rus)


