Selong (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) langsung bergerak melakukan identifikasi terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang. Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menemukan langsung kondisi jalan berlubang saat meninjau ruas Lenek–Labuhan Haji.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, menjawab Suara NTB via telepon, Senin (10/8/2026) mengatakan,pihaknya telah mendapat informasi langsung dari Bupati terkait kondisi ruas jalan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, lubang pada badan jalan lintas Sordang Lenek-Korleko Labuhan Haji itu diketahui disebabkan konstruksi saluran yang memotong jalan sudah mengalami kerusakan.
“Memang betul di tempat yang beliau (Bupati-red) kunjungi itu ada jalan berlubang. Itu karena saluran yang memotong jalan betonnya sudah rapuh, sehingga berlubang,” jelas Dewanto.
Ia menyebut apa yang dilakukan Bupati yang turun langsung menemukan kerusakan tersebut, sebagai koreksi untuk Dinas PUPR agar lebih detail dalam memantau kondisi seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih kepada beliau yang sudah lebih dulu menemukan itu sebagai koreksi kami, karena tidak detail melihat kondisi jalan di seluruh ruas yang kita punya,” ujarnya.
Pasca-temuan tersebut, tim PUPR telah turun melakukan investigasi di sejumlah lokasi. Untuk menangani lubang di ruas Lenek–Labuhan Haji, pihaknya telah memesan box culvert dengan lebar satu meter yang akan dipasang untuk menggantikan konstruksi lama.
Dedi, panggilan akrab Plt. Kadis PUPR yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu memastikan penanganan jalan berlubang tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Selain lokasi yang sudah ditemukan, PUPR juga meminta jajarannya terus mengidentifikasi titik-titik kerusakan lain agar dapat segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah.
“Teman-teman PU sudah menginvestigasi, dan mungkin dalam minggu ini akan selesai. Kita sudah pesankan box culvert yang lebar satu meter untuk menangani lubang itu,” katanya.
Untuk mendukung pemeliharaan jalan, PUPR Lotim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar pada tahun 2026. Hingga Agustus, anggaran tersebut masih tersisa sekitar 30 persen dan disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan jalan yang muncul atau tidak terdeteksi pada awal tahun.
“Masih sekitar 30 persen tersisa dari Rp4 miliar itu untuk penanganan-penanganan seperti itu,” ungkapnya.
Menurut Dedi, anggaran pemeliharaan tersebut tidak hanya digunakan untuk jalan berlubang, tetapi juga berbagai kerusakan infrastruktur jalan lainnya, termasuk akibat longsor maupun gorong-gorong atau deker yang mengalami amblas. Sejumlah titik disebut telah ditangani melalui kegiatan pemeliharaan rutin.
Ia menjelaskan, kerusakan pada sejumlah titik jalan yang melintasi jaringan irigasi umumnya terjadi karena konstruksi lama masih menggunakan deker biasa. Seiring bertambahnya usia konstruksi dan meningkatnya tonase kendaraan yang melintas, kemampuan deker tersebut dalam menahan beban semakin berkurang.
“Karena usia yang sudah berkarat, kemudian tonase yang lewat juga kadang-kadang lebih, itu menjadikan deker itu tidak mampu lagi menahan,” jelasnya.
Ke depan, PUPR secara bertahap akan mengganti konstruksi lama tersebut dengan box culvert beton. Menurut Dewanto, konstruksi box culvert dinilai lebih kuat, efisien dan mudah dalam pemasangan dibandingkan konstruksi deker lama.
“Dari sisi efisiensi, kemudahan pemasangan, dan ketahanannya jauh lebih kuat,” katanya.
Selain memperbaiki titik yang sudah berlubang, PUPR juga melakukan langkah pencegahan dengan mengidentifikasi kerusakan yang belum sampai menimbulkan lubang. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain konstruksi mulai turun serta bagian besi mulai terlihat.
“Walaupun belum sampai berlubang, tetapi kalau konstruksinya sudah mulai turun, sudah mulai kelihatan besi-besinya, berarti itu indikasi untuk harus segera kita rehabilitasi,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, PUPR Lotim menargetkan kerusakan jalan yang telah teridentifikasi dapat ditangani secara bertahap hingga akhir tahun. Upaya ini diharapkan mencegah kerusakan semakin meluas sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (rus)

