spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALArah Baru Pengembangan Marina Bay Lombok

Arah Baru Pengembangan Marina Bay Lombok

Jakarta (suarantb.com) – Hendarman Law Firm (HLF), konsultan hukum Adrian James Campbell, menegaskan bahwa keputusan Adrian untuk mengurangi keterlibatannya di Marina Bay Investment merupakan langkah strategis dan berbasis integritas, diambil untuk memastikan seluruh kegiatan pengembangan di Lombok tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan kepatuhan hukum yang berlaku di Indonesia.

HLF mengatakan, sebagai pendiri dan tokoh utama di balik kesuksesan awal Marina Bay Lombok (Marina Bay Sekotong, Lombok Barat), Adrian James Campbell tetap berkomitmen terhadap visi jangka panjangnya untuk menciptakan kawasan pengembangan yang berkelanjutan, beretika, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

“Melalui PT Marina Bay Group, Adrian masih tercatat sebagai pemegang saham sah di Marina Bay Investment. Berdasarkan perjanjian yang ada, saham tersebut baru akan beralih sepenuhnya kepada Jamie McIntyre dan/atau afiliasinya setelah seluruh persyaratan peralihan terpenuhi secara hukum. Namun hingga kini, persyaratan tersebut belum dipenuhi sepenuhnya,” kata HLF dalam keterangan resminya kepada media ini.

HLF menambahkan, meskipun telah mengundurkan diri dari jabatan Komisaris pada 24 Oktober 2025, Adrian tetap terlibat melalui Kinnara Ltd., perusahaan afiliasi yang memiliki perjanjian resmi dalam bidang pemasaran dan pengembangan proyek Marina Bay City.

Keputusan Adrian James Campbell untuk melakukan restrukturisasi partisipasinya menurutnya bukanlah langkah mundur, melainkan sebuah reposisi strategis. Langkah ini diambil setelah munculnya perbedaan prinsip bisnis dan tata kelola antara dirinya dan Jamie McIntyre. Adrian menilai bahwa arah yang ditempuh oleh pihak McIntyre tidak lagi sejalan dengan nilai transparansi, akuntabilitas, serta standar etika profesional yang selalu dijunjung tinggi oleh dirinya.

Dengan reputasi panjang sebagai pengembang dan investor yang menjunjung prinsip sustainable luxury and community integration, Adrian memilih untuk mengarahkan fokusnya melalui Kinnara Capital—entitas pengembangan dan investasi yang dimiliki sepenuhnya olehnya. Melalui Kinnara Capital, Adrian menegaskan komitmennya untuk membangun Lombok dengan cara yang berkelanjutan, taat pada ketentuan hukum yang berlaku dan memberikan dampak sosial yang positif bagi komunitas setempat.

Kinnara Capital, bagian investasi dan pengembangan dari Kinnara Ltd., yang dimiliki oleh Adrian James Campbell, berniat untuk secara berkelanjutan memiliki dan mendapatkan tanah-tanah sesuai dengan rencana utama Marina Bay.

Perusahaan akan melakukan pengembangan terhadap tanah-tanah tersebut secara independent, dipandu dengan prinsip-prinstip transparansi, keberlanjutan, dan memberikan keuntungan jangka panjang bagi komunitas lokal.

HLF menjelaskan independensi ini akan memberikan kesempatan bagi Kinnara Capital untuk melakukan pembangunan dengan standar tertinggi serta memberikan keuntungan bagi para investor serta daerah Lombok dalam jangka panjang.

HLF menegaskan bahwa keputusan Adrian James Campbell merupakan langkah strategis untuk melindungi reputasi, memastikan keberlanjutan proyek, serta menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan. Seluruh tindakan yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab profesional untuk menjaga integritas serta keberlanjutan visi besar yang telah dicanangkan sejak awal pengembangan Marina Bay Lombok.

Sebagai pemimpin yang berorientasi pada masa depan, Adrian James Campbell tetap berkomitmen menjadikan setiap proyek di bawah naungan Kinnara Capital sebagai representasi inovasi, transparansi, dan kemakmuran bagi masyarakat Lombok dan Indonesia secara luas. (r/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO