spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDistan KSB Gelar Sosialisasi Rabies bagi Anak Sekolah di Sekongkang

Distan KSB Gelar Sosialisasi Rabies bagi Anak Sekolah di Sekongkang

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat melanjutkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang Penyakit Rabies kepada anak. Kali ini kegiatannya dilaksanakan di SDN 3 Sekongkang, Desa Kemuning dan di kawal langsung oleh Pusat Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswannak) Kecamatan setempat.

Acara sosialisasi yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 itu diikuti sebanyak 30 orang siswa kelas V. Dipilihnya anak kelas V itu sebagai peserta sosialisasi, karena dianggap merupakan kelompok usia yang sangat strategis untuk diberikan pengetahuan dasar tentang bahaya rabies dan cara pencegahannya.

Sosialisasi ini dipandu langsung oleh drh. Rajiman Irhas, petugas Puskeswannak Sekongkang. Dalam penyampaiannya, Rajiman menjelaskan secara menarik dan sederhana mengenai apa itu penyakit rabies, penyebabnya, cara penularan melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies, serta tanda-tanda hewan yang dicurigai rabies.

Selain itu, para siswa juga diberi pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan rabies. Seperti pentingnya melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan, menghindari bermain atau berinteraksi dengan anjing liar, hingga pengetahuan tata cara melapor atau berobat ke fasilitas kesehatan jika tergigit hewan penular rabies.

Untuk menarik perhatian peserta, materi disampaikan menggunakan media visual. Kantor Keswannak Sekongkang menyajikan materinya dengan gambar yang menarik, dan berwarna warni menggunakan layar proyektor. Cara ini, kata Rajiman, lebih mudah dicerna anak-anak karena dilakukan dengan pendekatan interaktif, di mana siswa distimulasi untuk bertanya dan kemudian diarahkan dapat memikirkan secara mandiri tentang cara menghadapi hewan yang berpotensi sebagai Hewan Pembawa Rabies (HPR). “Anak-anak jadi antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini,” katanya.

Suasana kegiatan sosialisasi, sebut Rajiman, berlangsung ceria, edukatif dan penuh antusiasme. Para siswa pun aktif menjawab pertanyaan saat diberi kesempatan mengutarakan contoh pengalaman mereka bersama hewan peliharaannya di rumah.

Sosialisasi terkait bahaya dan cara pencegahan rabies kepada anak sangat penting. Menurut Rajiman, banyak korban dari gigitan HPR terjadi pada anak. Selain itu interaksi terhadap HPR juga memungkinkan paling rutin dilakukan anak di lingkungannya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat menjadi agen kecil perubahan di lingkungan rumah dan sekolah dalam menyebarkan informasi mengenai bahaya rabies serta pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan. (bug/*)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO