Mataram (suarantb.com) – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di NTB berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan santri, guru, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda memadati Lapangan Umum Penujak, Kecamatan Praya Barat, Rabu (22/10). Apel besar ini menjadi momentum mempertegas peran strategis santri dalam pembangunan bangsa sekaligus wujud penghormatan terhadap lembaga pesantren.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, yang memimpin apel, menutup amanatnya dengan penyerahan sejumlah penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan pondok pesantren di NTB. Penghargaan diberikan kepada enam sosok dari berbagai institusi, mulai dari pemerintahan hingga aparat penegak hukum.
Zamroni menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para tokoh dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren, baik melalui kebijakan, dukungan program, maupun pembinaan secara langsung.
Para penerima penghargaan tersebut adalah: Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H., M.T., atas perhatian besar terhadap santri melalui bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan dukungan fisik bagi pesantren.
Kemudian Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., atas perhatian dalam membuka akses rekrutmen bagi santri menjadi anggota Polri. Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos, atas dukungan dalam rekrutmen santri sebagai anggota TNI.
Selanjutnya, Kajati NTB Wahyudi, S.H., M.H., atas pelaksanaan penyuluhan hukum yang menyasar pesantren sebagai edukasi bagi santri. Lalu, Kajari Praya Dr. Putri Ayu Wulandari, S.H., M.H., melalui program Jaksa Sambang Pesantren yang memperluas edukasi hukum di madrasah dan pesantren.
Serta Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., atas perhatiannya memberikan bantuan untuk pimpinan pesantren di Lombok Tengah.
Selain penghargaan, Kemenag NTB menyerahkan bantuan laptop operasional kepada dua madrasah sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan Islam. Bantuan diterima oleh MI Nurusibiyan, Desa Labulie, Jonggat dan MA Nurrussalam, Desa Reak, Pujut.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan madrasah menghadapi tuntutan pendidikan modern.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah pondok pesantren dari berbagai kabupaten/kota di NTB memperoleh SK Izin Operasional. Penyerahan izin ini memperkuat legalitas pesantren sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam pembangunan pendidikan keagamaan di daerah.
Peringatan Hari Santri Nasional di NTB tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkokoh sinergi antara pemerintah, pesantren, dan para pemangku kepentingan dalam memajukan pendidikan Islam serta memberdayakan santri sebagai generasi penerus bangsa.(r)



