spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSDorong Pembaruan Kaderisasi, PP Pemuda Muhammadiyah Gelar Pelatihan Instruktur Nasional di Ummat

Dorong Pembaruan Kaderisasi, PP Pemuda Muhammadiyah Gelar Pelatihan Instruktur Nasional di Ummat

Mataram (suarantb.com) – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menggelar Pelatihan Instruktur Nasional (Pinas) dan Lokakarya Perkaderan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 4-7 Desember 2025 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat). Agenda ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk mengevaluasi ulang strategi pembinaan kader, terutama di tengah pergeseran orientasi dan pola belajar generasi muda.

Kegiatan tersebut diikuti 35 Pimpinan Wilayah dari seluruh Indonesia. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan pembaruan instruktur diperlukan untuk menjaga kesinambungan regenerasi organisasi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah daerah mengalami ketidakseimbangan antara struktur yang besar dan partisipasi kader yang tidak merata.

“Di beberapa wilayah, aktivitas organisasi bergantung pada figur tertentu yang sudah lama mengabdi. Ketika kader baru belum siap mengambil alih, roda organisasi berjalan tidak stabil. Karena itu, tajdid instruktur bukan sekadar program pelatihan, tapi upaya memastikan regenerasi berjalan dari hulu ke hilir,” ujar Dzulfikar, di Auditorium Ummat, Sabtu, 6 Desember 2025.

Dzulfikar menambahkan bahwa perubahan generasi turut menuntut pembaruan metode. Menurutnya, pendekatan ceramah satu arah tidak lagi mencukupi bagi generasi yang terbiasa menerima informasi cepat dan belajar secara kolaboratif.

“Anak-anak muda hari ini ingin ruang dialog, ingin dilibatkan dalam proses berpikir, bukan hanya diberi materi. Instruktur harus mampu mengubah pendekatan dari ‘pemberi materi’ menjadi ‘fasilitator pengalaman belajar’. Kalau kita tidak menyesuaikan diri, ruang-ruang pembinaan itu akan diambil oleh ekosistem lain di luar organisasi,” katanya.

Bahas Empat Pilar Pemuda Negarawan

Dalam forum tersebut, peserta juga akan membahas penegasan empat pilar pemuda negarawan, yaitu Islam berkemajuan, intelektual-sosial, keilmuan, dan kewirausahaan sosial, sebagai orientasi kaderisasi nasional.

Dzulfikar menjelaskan bahwa pilar tersebut bukan slogan, melainkan kerangka pembentukan karakter kader agar mampu menghadapi kompleksitas sosial hari ini.

“Kita melihat tingginya disinformasi, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya polarisasi sosial. Kader Pemuda Muhammadiyah harus dilatih untuk berpikir kritis, bekerja kolaboratif, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Empat pilar pemuda negarawan itu adalah kompas yang mengarahkan bagaimana kader berperilaku, berjejaring, dan memberi manfaat,” tambahnya.

Dzulfikar berharap program pembaruan instruktur dapat menjadi titik tolak bagi penguatan kaderisasi organisasi. Ia menegaskan perlunya komitmen jangka panjang dari seluruh jenjang kepemimpinan agar hasil pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kaderisasi itu proses panjang. Kita tidak bisa berharap satu pelatihan langsung menghasilkan perubahan besar. Yang penting adalah konsistensi: ada pendampingan, ada evaluasi, ada adaptasi metode. Kalau instruktur kuat, maka kader kuat. Dan kalau kader kuat, organisasi akan relevan bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Perlunya Standarisasi Modul Pelatihan

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB, Ilham, menilai perlunya standarisasi modul pelatihan agar kualitas perkaderan lebih merata. Ia mengatakan bahwa tanpa acuan yang konsisten, hasil kaderisasi kerap menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antarwilayah.

“Kadang ada daerah yang sangat kuat di aspek ideologis, tetapi lemah di praktik sosial. Ada yang bagus di pengelolaan program, tetapi kurang dalam penguatan nilai. Karena itu, kami berharap Pinas ini menjadi momentum penyamaan standar, sekaligus ruang berbagi pengalaman lintas daerah,” ujar Ilham.

Untuk diketahui, pelatihan yang bertajuk “Tajdid Instruktur dan Kaderisasi Pemuda Negarawan untuk Indonesia Maju” ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Zulkifli Hasan (Menteri Koordinator Bidang Pangan), Hilman Latief (Bendahara Umum PP Muhammadiyah), Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, Rektor Ummat, Abdul Wahab, dan sejumlah tokoh lainnya.

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan pada kesempatan yang sama mengingatkan seluruh peserta untuk berpegang teguh pada keyakinan kepada Allah SWT, Al-Quran dan Sunnah. “Saya kira kalau modal ini, maka apa yang dikatakan Qur’an bahwa kita ini adalah umat terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik, kegiatan Pelatihan Instruktur Nasional ini. Menurutnya, pelatihan menempa karakter kader seperti ini, merupakan gap yang hilang dalam sistem pendidikan saat ini.

“Saya selalu melihat bahwa sampai hari ini, dan kita doakan Mendikdasmen yang juga kader Muhammadiyah bisa mengubah arah sistem pendidikan kita,” ujarnya.

Karena itu, baginya kegiatan Pelatihan Instruktur Nasional ini mengisi gap yang hilang dari sistem pendidikan dewasa ini.

“Karena itu kita doakan mudah-mudahan Pak Menteri (Mendikdasmen) setiap beliau ke sini, saya selalu bicara mengenai pembentukan Karakter. Ini yang hilang dari sistem pendidikan kita,” tandasnya. (sib/r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO