spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBelasan Ribu Warga Lobar Terdampak Kekeringan

Belasan Ribu Warga Lobar Terdampak Kekeringan

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan ribu jiwa masyarakat di Lombok Barat (Lobar) terdampak bencana kekeringan akibat mengalami krisis air. Selain itu ada ratusan warga terdampak Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyebabkan Lobar status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemerintah daerah pun mengadakan Rapat Koordinasi percepatan penanganan sejumlah persoalan tersebut. Rapat tanggap darurat siaga bencana kekeringan dan DBD tersebut digelar di Pemkab Lobar, Senin, 1 Juli 2024. Rakor tersebut dihadiri Pj Bupati  Lobar, H. Ilham, Pj Sekda H. Fauzan Husniadi ,Para asisten, Staff ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, Perwakilan PDAM, Perwakilan BPBD provinsi,Mitra kerja dan Stakeholder terkait.

Dalam menangani persoalan bencana, Pj Bupati Lobar meminta jajarannya segera memetakan secara detail wilayah-wilayah yang terdampak oleh bencana kekeringan. Hal ini sebagai panduan dalam memberikan bantuan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak. Ia meminta kepada semua pihak untuk bersinergi dan kerbolaborasi agar fungsi koordinasi berjalan dengan baik dan lancar.

“Di sini saya tekankan agar semua pihak baik dari pihak Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi saling bersinergi untuk penanganan bencana kekeringan di Lobar yang setiap tahun terjadi. Kita harus sigap dan tentunya berbasis data yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu Pj Sekda menjelaskan, saat ini Lobar telah masuk pada musim kekeringan dengan laporan dampak yang masuk tersebar di 5 Kecamatan. Antara Lain Kecamatan Sekotong sebanyak 5 desa, Kecamatan  Lembar sebanyak 3 desa, Kecamatan Gerung 2 desa, Kecamatan Kuripan 3 desa dan Kecamatan Batu layar 3 desa.

“Sementara itu jumlah masyarakat yang terdampak sebanyak 5.518 KK atau 17.463 jiwa,” kata Pj Sekda. Pada periode puncak musim kemarau tahun ini, masyarakat Lobar dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien. Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan yang umumnya terjadi di periode musim kemarau. “Mari kita sigap untuk mengantisipasi dampak dari musim kemarau ini. Kita harus tetap waspada terhadap dampak kekeringan seperti kebakaran hutan dan dampak lainnya,”ujarnya.

Selain itu pada kegiatan ini juga dilakukan koordinasi mengenai antisipasi dan langkah sigap dalam  kasus DBD. Menurut Kepala Dikes, Arief Suryawirawan, kasus DBD pada bulan Mei mengalami peningkatan sehingga pihaknya gencar melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan ini sebelumnya diluncurkan secara serentak oleh  Pj Bupati Lobar beberapa waktu lalu di kecamatan Kuripan. Hal ini memiliki dampak yang cukup besar pada akhir Juni 2024 kasus DBD di Lobar mengalami penurunan yang signifikan.

Menanggapi tentang langkah-langkah yang akan diambil oleh Pemkab Lobar dalam hal penanganan kasus DBD,  Pj meminta agar  pencegahan dan penanggulangan DBD dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan dan desa. Hal ini diperlukan agar gerakan PSN ini dapat lebih masif dan terarah.

“Mari kita tetap sigap dan menguatkan kolaborasi dan sinergi dalam melaksanakan gerakan PSN di Lombok Barat. Saya berharap dukungan semua pihak bukan hanya pemerintah kabupaten saja melainkan semua masyarakat agar terus berkoordinasi dan bersinergi dalam memberantas bencana alam seperti kekeringan dan non alam seperti DBD agar bisa diatasi dengan maksimal,” jelasnya.(her)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments