spot_img
Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img
BerandaHEADLINEHujan Lebat di NTB Dipicu Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin

Hujan Lebat di NTB Dipicu Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB sedang berada di musim kemarau lantaran curah hujan yang turun dalam beberapa dasarain terakhir sangat rendah. Bahkan berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB ada yang ekstrem panjang yaitu lebih dari 60 hari tanpa hujan. Namun dalam beberapa hari terakhir, hujan sedang hingga lebat melanda sebagian wilayah NTB.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Annisa Fauziah mengatakan, gelombang atmosfer yaitu gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial terpantau aktif di wilayah NTB, sehingga mengakibatkan hujan sedang hingga lebat.

“Suhu permukaan laut di wilayah perairan NTB dan sekitarnya berkisar antara 26 – 29 drajat celcius. Angin di wilayah NTB bertiup dengan arah variasi dominan dari Tenggara ke Selatan dengan kecepatan angin maksimal mencapai 38 km per jam,” kata Annisa Fauziah dalam keterangannya, Rabu, 3 Juli 2024.

Dilansir situs BMKG, Gelombang Equatorial Rossby atau Rossby Ekuator adalah suatu fenomena yang terjadi di fluida (atmosfer/lautan) yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator. Gelombang Rossby juga dikenal dengan istilah gelombang planet.

Rossby Ekuator menyebabkan cuaca buruk pada wilayah yang dilaluinya. Gelombang Rossby ini membawa massa udara yang bersifat basah sehingga sebuah wilayah sering dilanda kondisi hujan atau mendung. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuator juga dapat menimbulkan hujan dengan intensitas lebat.

Adapun, wilayah yang dilewati gelombang Kelvin berpotensi meningkatkan awan penghujan seperti munculnya cumolonimbus. Dampaknya, sebuah wilayah bisa berpotensi turun hujan deras disertai angin kencang dan petir atau masuk kategori ekstrem.

“Adapun tinggi gelombang di NTB bervariasi. Misalnya di Selat Lombok bagian utara dan bagian Selatan ketinggian antara 1,25 – 2,5 meter, Selat Alas bagian utara ketinggian antara 0,5 – 1,25 meter, Selat Alas bagian utara 1,25 – 2,5 meter, kemudian Samudera Hindia Selatan NTB,” ujarnya.

Sebelumnya, BKMG Stasiun NTB mengeluarkan rilis terkait dengan indikasi kekeringan meteorologis level Awas dan Waspada di sejumlah wilayah di NTB. Level Awas misalnya di Kecamatan Kilo, dan Pajo Kabupaten Dompu. Kemudian di Kabupaten Bima meliputi Kecamatan Belo, Lambitu, Palibelo, dan Sape, Kota Bima terdapat di Kecamatan Raba, kemudian Kabupaten Lombok Timur terdapat di Kecamatan Kecamatan Sambelia, Lombok Utara di wilayah Bayan, Kabupaten Sumbawa di Kecamatan Labuhan Badas, serta Unter Iwes dan di Kabupaten Sumbawa Barat di Kecamatan Jereweh.

Begitu juga level waspada terdapat di sejumlah kecamatan yang tersebar di sebagian besar kabupaten di NTB. Misalnya Kecamatan Huu, Manggalewa, dan Woja Dompu, Kecamatan Sanggar dan Soromandi di Kabupaten Bima, Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Kecamatan Praya Barat, dan Pujut, Lombok Tengah.

Sementara itu di Lombok Timur, level waspada kekeringan terdapat di Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Keruak, Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Pringgabaya, Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Sikur, dan Kecamatan Suela. Sedangkan di Lombok Utara ada di Kecamatan Gangga, di Kabupaten Sumbawa meliputi Kecamatan Alas, Buer, Empang, Moyo Utara, Rhee serta Sumbawa Barat meliputi Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, dan Maluk.(ris)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments