spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaEKONOMI75 Persen Tenaga Kerja Lokal “Low Skill” Terlibat di Sektor Tambang

75 Persen Tenaga Kerja Lokal “Low Skill” Terlibat di Sektor Tambang

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H.,menyampaikan perspektif tentang tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar NTB dalam konteks proyek  tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara  (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat.

Keberadaan tambang, khususnya proyek yang sebelumnya dikelola oleh PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) ini terus menjadi perhatian. Terutama soal tenaga kerjanya. Mengingat, hal ini sangat berkaitan langsung dengan dampak tambang terhadap perekonomian daerah.

Gede Aryadi menyampaikan, secara keseluruhan yang terkait dalam kegiatan proyek tambang AMNT, terdapat sebanyak 29 ribu jumlah tenaga kerja (termasuk tenaga kerja sub kontrak), 40 persen adalah lokal NTB, 60 persen nasional, 734 orang pekerja Asing, dan 26 orang keluarga pekerja asing

“Yang dilaporkan 40 persen adalah pekerja skill, artinya dengan keahlian tertentu yang diandalkan. Tetapi kalau bicara pekerja keseluruhan dengan mitra bisnis PT. AMNT, termasuk pekerja low skill (keterampilan rendah) adalah 70- 75 persen adalah pekerja lokal,” katanya, Jumat (5/7/2024).

Gede Aryadi menambahkan, di Kabupaten Sumbawa Barat sendiri terdapat Peraturan Daerah untuk perlindungan pekerja lokal, proses rekrutmennya juga melibatkan Pemda KSB.

“Karena ketika bakat dan minat serta kompetensinya (calon pekerja) tidak sesuai, maka tidak bisa dipaksakan,” tambahnya.

Menurutnya, dalam konteks ketenagakerjaan, tidak bisa dilihat hanya dari sisi komposisi tenaga kerja lokal yang dilibatkan. Jika semua daerah menutup diri terhadap pekerja dari luar, menurutnya, betapa bahayanya warga NTB yang punya kompetensi ingin bekerja diluar daerah, tetapi karena daerah lain juga menutup diri seperti pemikiran lokalitas, maka akan jadi masalah.

“Bekerja adalah hak dan pilihan, sehingga warga kita bebas memilih mau dan mampu bekerja dimana saja. Yang kita lakukan adalah mempersiapkan mereka dan menfasilitasi untuk bisa bekerja sesuai kompetensinya,” kata Gede Aryadi.

Gede juga menyampaikan, sebagaimana yang disampaikan Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin, jumlah total karyawan di PT. AMNT saat ini adalah sebanyak 2.916 orang. Dari jumlah tersebut, karyawan yang merupakan putra putri KSB sebanyak 1.538 orang (52,74%). Sementara karyawan dari kabupaten/kota lainnya di NTB sebanyak 611 orang (20,95%), dan karyawan nasional atau  yang berasal dari luar NTB sebanyak 767 orang (26,30).

“Kita hrs lihat komposisi pekerja di 637 perusahaan mitra bisnis PT. AMNT serta harus diidentifikasi kebutuhan jabatan atau skill yang ada di perusahaan tersebut. Kebutuhan skill jabatan tersebut harus kita siapkan bersama. Makanya kita tidak boleh melihat secara parsial penempatan pekerja ini, apalagi mengeneralisir harus pekerja lokal. Ini tanggung jawab bersama, pemerintah, perusahaan, masyarakat dan stakeholder terkait,” kata Gede Aryadi.

Dinas Nakertrans NTB sendiri terus menyiapkan tenaga skill sektor tambang, bersama puluhan lembaga pelatihan lainnya. Sejak dua tahun lalu, Disnakertrans NTB juga aktif berkoordinasi dengan PT.AMNT dan mitra bisnisnya. Termasuk mendukung penyiapan SDM skill

“Sejak jadi Kadisnaker, saya aktif koordinasi dengan kabupaten, dan mitra bisnis di sana terkait kebutuhan tenaga kerjanya. Disana juga sudah kami bentuk forum komunikasi lembaga pelatihan kerja dengan para mitra bisnis PT.AMNT,” demikian Gede Aryadi. (bul)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments