spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATLanganan Kekeringan, Ratusan KK di Tunggulawang Barat Krisis Air Bersih

Langanan Kekeringan, Ratusan KK di Tunggulawang Barat Krisis Air Bersih

Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan KK warga Dusun Tunggulawang Barat, Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat (Lobar) menjadi langganan kekeringan. Selain untuk kebutuhan sehari-hari warga, lahan pertanian di daerah itu nyaris tidak bisa ditanami.

 

“Daerah kami di Tunggulawang Barat ini, ketika musim kering seperti ini jadi kering sekali,” tutur Kadus Tunggulawang Barat, Ruslan saat dikonfirmasi, Kamis, 4 Juli 2024. Ruslan menjabarkan jumlah warganya yang terdampak kekeringan saat ini. Mulai dari RT 1 warga yang terdampak kurang lebih berjumlah 45 Kepala Keluarga (KK). Kemudian di RT 2 yang terdampak sekitar 70 KK dan di RT 8 berjumlah 40 KK.

 

Dituturkannya, warga pun saat ini hanya bisa mencukupi kebutuhan air bersih mereka dengan meminta kepada warga dan sanak saudara yang masih memiliki akses air bersih. “Karena memang ada di beberapa titik itu, di wilayah bawah itu ada mata air di situ. Jadi di situ mereka minta dan diangkut dengan derigen,” pungkasnya. Kondisi sumur-sumur bor yang dimiliki warga pun diakuinya justru semakin kering.

 

“Hujan beberapa hari ini belum ada dampaknya ke kita. Karena hujan kemarin ini malah semakin mengeringkan sumur-sumur yang ada itu,” imbuhnya. Kendati ia tak paham pasti penjelasan secara ilmiahnya. Namun, hal itu diakuinya kerap terjadi saat hujan turun di musim kemarau.

 “Jadi dampaknya memang seperti itu dari dulu, entah dari sisi ilmiahnya bagaimana. Jadi kalau sudah mulai musim hujan itu, bukan mata air yang datang tapi malah makin kering dia (sumur warga, Red),” beber dia.

 

Ruslan pun mengatakan bahwa intensitas hujan di kawasan tersebut memang jauh lebih sedikit dibanding dengan wilayah lainnya di Lombok Barat. “Hujan kemarin itu saja hanya bikin tanah basah saja,” lanjutnya. Sehingga warganya saat ini masih krisis air bersih dan membutuhkan bantuan droping air, untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, Sabidin pun mengakui dari 16 Desa di lima Kecamatan yang terdampak kekeringan di Lobar. Sudah ada sekitar tiga Desa yang mengajukan bantuan air bersih, di antaranya Desa Kuripan Selatan.”Sudah ada usulan permintaan air bersih dari 3 Desa. Yaitu Desa kuripan Selatan, Desa Banyu Urip Gerung, dan Desa Labuan Tereng,” ungkap Sabidin.

 

Ia mengakui bahwa saat ini droping air bersih sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu. Karena kata dia, hujan yang kadang mengguyur wilayah Lobar masih fluktuatif dan tak berdampak bagi wilayah yang menjadi langganan kekeringan. (her)

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments