spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaHEADLINENTB, Jatim dan Pilih Pemimpin

NTB, Jatim dan Pilih Pemimpin

Catatan: Agus Talino

PADA diskusi ringan dengan teman-teman di Surabaya. Kebetulan kami bersahabat sejak kuliah di Stikosa-AWS. Ketika kuliah kami sering pergi bersamaan. Sebagai mahasiswa kampus wartawan. Kami kerap mengamati banyak sisi kehidupan di Surabaya.

Surabaya saat itu tidak sebersih dan sehijau sekarang. Banyak sudut di kota pahlawan itu yang relatif tidak bersih. Bisa dikatakan kotor dan kumuh. Sungai yang membelah Kota Surabaya di beberapa tempat numpuk sampah. Ketika musim hujan. Banjir di beberapa tempat. Saya pernah punya pengalaman terjebak banjir di daerah Kapas Krampung ketika pulang kuliah. Sepatu dan pakaian basah. Banjirnya cukup besar. Saya menyusuri jalan yang tergenang air pada hujan yang deras.

Sekarang. Surabaya sudah berubah jauh. Hampir seluruh sudut Kota Surabaya ditumbuhi pohon yang rindang. Kota bersih. Apalagi di tengah kota. Surabaya tidak lagi sepanas dulu. Ketika kota belum banyak ditanam pohon. Sungai yang dulunya kotor. Berubah bersih. Dan menjadi tempat rekreasi. Sepanjang Jalan Tunjungan berdiri banyak tempat kuliner. Saya dan teman-teman menikmati malam di Jalan Tunjungan yang bersih. Pengunjung setiap malam ramai.

Teman saya. Dosen komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya menyebutkan. Ketika Risma sebagai Wali Kota Surabaya. Surabaya banyak berubah.

Awalnya, pendekatan Risma untuk membangun Surabaya cukup keras. Pertimbangannya, boleh jadi untuk membangun kesadaran baru. Dan keluar dari kebiasaan lama tidak bisa sebatas dilakukan dengan pendekatan seadanya. Sebatas nasihat dan himbauan. Apalagi targetnya, Surabaya keluar dari banyak masalah perkotaan. Risma turun langsung ke lapangan. Memimpin langsung untuk mengurai masalah yang di hadapi Kota Surabaya. Dan memastikan masyarakat Kota Surabaya mendapatkan pelayanan yang baik.

Pernah ada satu kejadian. Risma marah-marah. Ketika sidak E-KTP. Karena ada warganya dinilai tidak mendapatkan pelayanan yang baik ketika mengurus KTP. Hasilnya, Surabaya benar-benar berubah. Pelayanan berubah. Kota berubah.

Yang menjadi catatan saya. Bukan perkara Kota Surabaya sekarang pelayanannya lebih baik. Kota Surabaya banyak berubah. Kotanya lebih bersih. Lebih cantik dari sebelumnya. Kota Surabaya hanya menjadi sebuah contoh saja.

Yang ingin saya katakan, sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin bisa kita lakukan untuk membangun daerah sepanjang kita mau sungguh-sungguh melakukannya. Persoalannya, terletak pada kesungguhan dan orientasi pemangku jabatan. Terutama pemimpin daerah.

Gagasan mengadakan Musrenbang kerja sama NTB dan Jatim di Surabaya, Selasa (2/7) lalu. Menurut saya, menarik. Kedua daerah, NTB dan Jatim bisa bersinergi untuk saling menguatkan. Sehingga kedua daerah bisa bertumbuh, berkembang dan maju bersama-sama.

Potensi kedua daerah, NTB dan Jatim sama-sama besar. Pilihan kerja sama NTB dengan Jatim, sangat tepat. Karena Jatim, salah satunya adalah pasar yang sangat potensial dan besar. Maksudnya, NTB bisa menjual banyak produknya ke Jatim. Sebaliknya, Jatim bisa memasarkan produknya ke NTB. Apalagi Jatim merupakan Center of Gravity ekonomi kawasan timur Indonesia. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melayani 21 rute dari 39 rute tol laut. Sehingga hampir 80 persen logistik di 20 provinsi Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.

Kepala Bappeda NTB, Dr. H. Iswandi pada Musrenbang kerja sama NTB dan Jatim di Surabaya, Selasa (2/7) lalu menyebutkan, target pertumbuhan ekonomi NTB yang ditetapkan pusat 20 tahun ke depan adalah 6-6,5 persen. Tumbuh di atas rata-rata nasional. Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen itu tidak mudah.

Untuk itu, NTB harus bisa membaca peluang. Sehingga semua potensi bisa dikembangkan. Dan semua hambatan bisa diurai. Kerja sama dengan Jatim untuk beberapa sektor adalah salah satu cara membaca peluang. Sehingga paling tidak, target NTB ekonominya tumbuh di atas rata-rata nasional bisa tercapai.
Apa yang sudah dilakukan NTB selama ini. Sebenarnya sudah sesuai track. Misalnya, memberi perhatian pada industri olahan. Sehingga produk NTB mempunyai nilai tambah. Barang yang dilempar ke pasar bukan sebatas bahan mentah yang belum diolah. Dan harganya rendah.

Yang menarik di Jatim adalah koperasi dan UMKM sebagai backbone perekonomian Jatim memberi kontribusi lebih dari 57 persen terhadap PDRB. Dan selama 5 tahun terakhir kontribusi koperasi dan UMKM di Jatim terhadap PDRB cenderung mengalami peningkatan.

Yang menjadi catatan pada kerja sama NTB dan Jatim adalah soal implementasi. Gagasan mewah itu bisa menjadi omong kosong dan tidak berarti apa-apa ketika tidak dilaksanakan. Saya mencatat kerja sama NTB-Jatim sudah dimulai sejak 2016. Pada 2023, kerja sama NTB dan Jatim diperluas. Setelah kerja sama 2016 dan 2019. Pada kesepakatan kerja sama 2023. Ada kerja sama yang belum ada progresnya. Belum dilaksanakan. Kerja sama yang ditandatangani beberapa Kepala OPD NTB dan Jatim. Padahal sekarang sudah lewat pertengahan 2024.

Seperti Kota Surabaya yang berubah. Tampaknya, peran pemimpin itu sangat menentukan untuk membangun daerah. Risma kata teman saya yang juga wartawan di Surabaya, sangat memahami detail Kota Surabaya. Risma tidak saja punya konsep di atas kertas. Tetapi sangat paham lapangan. Sehingga target membangun Kota Surabaya tercapai sesuai rencana.

Kita sebentar lagi akan memilih pemimpin daerah melalui Pilkada serentak. Mungkin kita perlu merenung panjang sebelum menentukan pilihan. Pilihan kita akan sangat menentukan masa depan NTB. Mudah-mudahan pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang punya kemampuan mengembangkan potensi dan menaklukkan tantangan. Pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan NTB.
Potensi kita besar. Seperti sektor pariwisata misalnya. Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selain potensi di sektor lain untuk kita jawab semua persoalan yang dihadapi NTB sekarang dan yang akan datang. Dan potensi-potensi besar yang kita miliki itu tidak boleh menjadi mubazir. Karena kita keliru pilih pemimpin. *

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments