Jumat, April 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK UTARAJatuh di Tebing Kaldera Rinjani, Evakuasi Jasad Pemuda Asal Jakarta Masih Berlangsung

Jatuh di Tebing Kaldera Rinjani, Evakuasi Jasad Pemuda Asal Jakarta Masih Berlangsung

Tanjung (Suara NTB) – Basarnas Mataram masih melakukan proses evakuasi jasad korban pendaki Rinjani, yakni Kaifat Rafi Mubarok. Pemuda asal Jakarta berusia 16 tahun itu, diketahui jatuh dari tebing Kaldera Gunung Rinjani usai melakukan pendakian dan dilaporkan hilang pada Minggu 9 oktober2024 lalu.

Kepala Kantor SAR Mataram, Lalu Wahyu Efendi, dalam rilis yang diterima koran ini, Rabu 9 oktober 2024 mengungkapkan Tim SAR Mataram telah menemukan jasad korban setelah 8 hari pencarian. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian meliputi, unsur dari TNGR, Tim 9 TNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob, Unit SAR Lotim, Pemadam Kebakaran, BPBD, EMHC, Porter, relawan kemanusiaan, dan lainnya.

“Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Kaifat Rafi Mubarok (16), pendaki asal Jakarta yang dilaporkan hilang setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani,” ungkap Wahyu.

Diterangkan, keberadaan jasad korban ditemukan di bawah tebing kaldera, sekitar pertigaan punggungan menuju puncak. Korban terjatuh pada kedalaman 300 meter. Tim SAR sendiri menemukan jasad korban pada Selasa 8 oktober 2024 sekitar pukul 10.30 Wita. Jasad korban berhasil dideteksi oleh drone thermal.

Proses evakuasi jasad korban diakui Wahyu, membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, medan yang sangat terjal dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Sehingga Tim SAR gabungan harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman.

Sebelumnya, pencarian terhadap Kaifat telah diperpanjang tiga hari setelah upaya pencarian selama seminggu tidak membuahkan hasil. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan mengerahkan berbagai peralatan, termasuk drone thermal, untuk mempercepat proses pencarian. Petugas diturunkan untuk menjangkau korban dengan menggunakan teknik lowering.

“Korban di-packing (bungkus) dan dimasukkan ke dalam tandu, selanjutnya ditarik ke atas dengan cara lifting” terang Wahyu.

Setelah melalui proses evakuasi yang menegangkan, akhirnya jasad Kaifat baru bisa diangkat ke punggungan hari ini, sekitar pukul 15.30 Wita. Wahyu menyebutkan, cukup lamanya proses evakuasi diakibatkan oleh beberapa hal yaitu cuaca yang cepat berubah seperti angin kencang, kabut yang mengakibatkan jarak pandang terbatas, medan terjal, dan kedalaman posisi korban.  “Saat ini masih proses evakuasi menuju TNGR Sembalun,” tandasnya. (ari)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO