Mataram (Suara NTB)- Pjs Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Julmansyah S.Hut, M.A.P memberikan arahan dalam kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Perencana Desa bagi Sekretaris Desa dan Kaur Perencanaan Desa Se KSB yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria, Rabu 9 Oktober 2024 malam. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 9 – 11 Oktober 2024.
Julmansyah mengatakan, Bimtek ini sangat penting digelar untuk meningkatkan kapasitas di desa agar timeline penetapan APBDes bisa tetap waktu, terlebih sampai sekarang desa masih menggantungkan pembangunan ekonomi pada belanja pemerintah.
Menurutnya, tak semua kabupaten mendapatkan keberkahan seperti KSB, yang selama 25 tahun mendapat berkah dari manisnya tambang. Namun ia meminta tak boleh terlena dengan manisnya tambang, karena tinggal 6 tahun lagi tambang Batu Hijau akan tutup. Sehingga akan terjadi turbulensi ekonomi jika semua tak bersiap sehingga harus disiapkan kuda-kuda ekonomi KSB agar tetap tangguh pascatambang.

“Jika kuda-kuda ekonomi kita rapuh ditambah ada turbulensi ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi kita akan minus. Sehinggga kegiatan ini sangat penting,” katanya.
Pertanyaannya bagaimana membangun kuda-kuda di 58 desa di KSB?. Jika mencermati sejumlah regulasi desa, maka perencanaan desa dilakukan oleh Pemdes berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal bersekala desa yang harus inline dengan pembangunan dan visi-misi kabupaten. Di Bimtek inilah prinsip-prinsip perencanaan itu akan dibahas dan didiskusikan.
Menurutnya, merancang pembangunan desa tentu harus mengetahui dan membaca draf teknokratik RPJMD. Di dalam draf teknokratik RPJMD KSB tersebut ada tiga sektor penopang utama ekonomi daerah yaitu tambang, pertanian dan pariwisata. “82 persen share pertumbuhan ekonomi KSB ditopang oleh tambang,” ujarnya.
Karena pembangunan desa akan menopang pembangunan kabupaten, maka aspek perencanaan ini menjadi sangat urgen. Karena itulah desa dituntut menjadi penopang ekonomi KSB pasca-tambang. “Maka harus dipikirkan bagaimana membangun ekonomi berkelanjutan, tanpa ketergantuangan tambang,” imbuhnya.
Menurutnya, perencanan pembangunan desa harus memberikan investasi yang besar bagi desa dan masyarakat. Sehingga APBDes idealnya harus diinvestasikan untuk kegiatan ekonomi berkelanjutan, terlebih 58 desa di KSB memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan menjadi wisata.
“58 desa harus memiliki mapping, desa mana yang memiliki potensi wisata atau wisata minat khusus” sarannya.
Keunikan wisatawan minat khusus yaitu keterlibatan wisatawan dalam kegiatan warga di objek wisata. Ia yakin 58 desa di KSB memiliki keunikan sendiri yang bisa menjadi daya darik. Misalnya di Desa Mantar yang memiliki kelompok warga albino, selain panorama alam yang sangat memikat. Begitu juga di desa-desa lain memiliki ciri khas yang bisa mendatangkan wisata dan pada akhirnya akan menopang ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, mari kita manfaatkan tiga hari ini untuk menciptakan satu sisitem perencanaan desa yang tepat waktu agar dapat menggerakkan ekonomi sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB Drs. Tajuddin M.Si mengatakan, dua hal yang paling mendasar yaitu hasil evaluasi oleh Bappeda KSB terhadap keseluruhan proses pembangunan di desa dari aspek perencaan, maka dipandang sangat penting untuk meningkatkan sumberdaya para perencana.
“21 tahun kita berkabupaten di KSB, namun belum satu kali pun kita menetapkan APBDes secara dini, selalu kita tetapkan pada tahun berjalan. Padahal dalam ketentuan, harus ditetapkan tahun sebelumnya. Sehingga terasa ada kekosongan, karena awal tahun belum ada uang yang beredar,” katanya.
Ia mengatakan, Januari- Februari, anggaran Pemdes yang besar tak bisa dikucurkan untuk memperkuat perekonomian desa. Namun kini pihaknya menetapkan target waktu yaitu 15 November 2024 sebagai batas akhir penetapan APBDes 2025.
Karena itulah ada dua tokoh kunci di desa dalam hal perencanaan yaitu sekretaris desa dan kaur perencanaan telah dihadirkan dalam Bimtek selama tiga hari dengan tujuan agar pembangunan desa bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama.(ris)

