spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSCegah Keracunan MBG, Dinkes Sumbawa Wajibkan SPPG Memiliki SLHS

Cegah Keracunan MBG, Dinkes Sumbawa Wajibkan SPPG Memiliki SLHS

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbawa mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah ini untuk menekan terjadinya kejadian keracunan massal terhadap siswa akibat Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Berdasarkan surat yang kami terima dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa setiap SPPG itu yang sudah beroperasi dan akan harus memiliki sertifikat SLHS yang dikeluarkan oleh Dinkes,” kata Kepala Dinkes Sumbawa, H. Sarif Hidayat kepada wartawan, Kamis (2/10).

Ia melanjutkan, proses penertiban terhadap SLHS tersebut SPPG harus memenuhi beberapa standar. Empat standar tersebut yakni untuk pengelolanya harus memiliki sertifikat pengolahan makanan termasuk penjamahnya.

“Saat ini sedang diupayakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) itu untuk segera melatih teman-teman dan nanti narasumbernya akan bekerja dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, makanan, alat yang digunakan maupun air untuk memasak makanan tersebut harus melalui uji laboratorium. Jika sudah sesuai dengan standar baru bisa pihaknya menerbitkan sertifikat SLHS-nya dan sudah dipastikan aman serta layak konsumsi.

“Kami juga akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan untuk memastikan penerapannya sudah sesuai aturan. Ketika semua standar itu dipenuhi baru akan kita terbitkan sertifikat SLHS,” tambahnya.

Hentikan Sementara SPPG

Disinggung terkait keberlanjutan SPPG Bunga Eja di Kecamatan Empang dan Lempeh, Sarif memastikan untuk sementara ini dihentikan operasionalnya sementara. Hal itu dilakukan untuk proses penyelidikan terhadap dugaan keracunan terhadap siswa yang dilayani oleh SPPG tersebut.

“Kita hentikan sementara, kami juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dari mana sumber makanan yang mengakibatkan siswa keracunan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Empang dan Kelurahan Lempeh ditemukan adanya bakteri E. coli dan Staphylococcus Aureus. Bakteri tersebut berada di bahan makanan seperti tomat, wortel, dan ayam suwir.

“Dua bakteri tersebut diduga menjadi faktor utama terjadinya keracunan terhadap ratusan siswa di kedua wilayah tersebut. Sehingga kami akan memberikan atensi khusus,” tukasnya. (ils)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO