Taliwang (suarantb.com) – Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat pada, Kamis (22/1/2026). Kegiatan itu menandai dimulainya kegiatan revitalisasi BLK KSB yang sebelumnya direlokasi dari Kecamatan Poto Tano ke Taliwang.
Bersama Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, Menteri Yassierli hadir dalam acara tersebut didampingi Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Dirjen Binalavotas), Darmanwansyah.

Dihadapan Menteri Yassierli, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah dalam laporannya mengatakan, peletakan batu pertama ini menjadi tonggak awal dari mimpi Pemkab KSB dalam membangun BLK terbaik di kawasan Indonesia Timur. Revitalisasi BLK KSB ini tidak sekadar memindahkan dan memperbarui bangunan, namun juga memperbarui pelayanannya. “Pak Menteri kami ingin buat BLK ini jadi yang paling strategis di Indonesia Timur dalam segala hal,” katanya.
BLK KSB ini akan dibangun dengan konsep paling modern. Menurut Bupati Amar, bangunannya akan dibuat sistem kampus yang terdiri dari dua gedung terpisah dan memiliki fungsi berbeda. Di kampus pertama yang berada di Kecamatan Taliwang sebagai kelas belajar. Sementara, kampus dua akan dibangun di Kecamatan Jereweh untuk tempat pelatihan kerja bengkelnya. “Di lokasi pertama ini luas lahannya sekitar 4,5 hektare kalau di lokasi kedua luas lahannya sekitar 5 hektare,” paparnya.
Untuk pembangunan tahap pertama, Pemkab KSB telah menyediakan anggaran sebesar Rp20 miliar di tahun 2026 ini. Bupati menyatakan, pengerjaan awal akan difokuskan di kampus satu dan ditargetkan selesai pada bulan November mendatang. “Mudah-mudahan saat Harlah KSB ke-23, Pak Menteri punya waktu datang lagii sekaligus meresmikan bangunan BLK kami ini,” harapnya.
Bupati selanjutnya berharap dukungan dari Kemenaker. Ia menyatakan, kerja sama awal dengan UT School dalam menyelenggarakan pelatihan akan semakin optimal jika mendapat dukungan berbagai pihak termasuk dari pemerintah pusat. “Alhamdulillah Pak Menteri saat MoU tadi sudah sampaikan siap mensupport baik infrastruktur pelatihan dan berbagai program lainnya ke depan,” tukasnya.
Sementara itu, Menteri Yassierli dalam sambutannya mengapresiasi langkah maju Pemkab KSB membangun BLK dengan konsep holistik. Dimana berbagai pelatihan keterampilan akan dapat diselenggarakan, tidak saja untuk kebutuhan tenaga kerja dalam negeri tetapi juga luar negeri. “BLK ini selaras dengan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto bagaimana kita bisa menyiapkan tenaga kerja siap pakai baik untuk dalam maupun luar negeri,” cetusnya.
Menaker menyatakan siap memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaran BLK KSB ke depannya. Bahkan Yassierli menginginkan agar BLK yang dibangun ini menjadi percontohan bagi BLK yang akan dibangun oleh daerah lainnya.
“Saya harap BLK ini jadi percontohan BLK yang dikelola secara profesional, kolaborasi dengan industri sehingga melahirkan lulusan yang punya kompetensi terbaik dan tersertifikasi,” tandas Yassierli.
Menteri Yassierli berharap kepada Pemkab KSB, agar dalam pengelolaan BLK nanti terus melakukan inovasi. Terutama dari sisi pengembangan berbagai jenis pelatihan yang akan selenggerakan. “Jangan hanya sampai kebutuhan-kebutuhan industri saja pelatihannya. Pelatihan kewirausahaan, keterampilan kekinian seperti IT, digital marketing, AI dan semua yang dibutuhkan dalam kerja-kerja berbasis digital lainnya, pelatihannya juga bisa dilaksnakaan di BLK ini,” sarannya.
Usai melakukan peletakan batu pertama, Menteri Yassierli melanjutkan kegiatannya di lokasi BLK dengan menanam pohon. Sementara sebelumnya, ia berkesempatan juga menyampaikan kuliah umum di hadapan para ASN KSB dengan membawakan tema “Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif dan Berkelanjutan“.(bug/*)
Â
.



