Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) kembali menunjukkan komitmennya dalam riset dan pengabdian masyarakat melalui kegiatan internasional bertajuk Revitalizing Agarwood Cultivation in the Senaru Special Purpose Forest Area Through a Japan–France–Indonesia Sustainable Community Investment Partnership. Program ini dimotori oleh Prof. Dr. Dra. Tri Mulyaningsih, M.Si., bersama Mamika Ujianita Romdhini, S.Si., M.Si., Ph.D., serta melibatkan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unram di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, pada Sabtu (11/4).
Kolaborasi ini menggandeng mitra internasional, yakni Université Côte d’Azur, Prancis dan Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Jepang. Sinergi tersebut tidak hanya memperkuat pertukaran pengetahuan dan metodologi ilmiah, tetapi juga memperluas jejaring global dalam pengelolaan sumber daya hutan tropis secara berkelanjutan.
Implementasi nyata dari hilirisasi riset di KHDTK Senaru, tahun 2026 kegiatan pengabdian ditandai dengan penanaman 2.125 bibit gaharu sebagai bentuk ekspansi dan penguatan kawasan hutan pendidikan Unram. Sementara pada tahun 2025, telah dilakukan penanaman sebanyak 2.070 pohon gaharu dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95%. Adapun tingkat kerusakan sebesar 5% berhasil ditangani melalui kegiatan penyulaman oleh mahasiswa KKN tematik Unram, sehingga kepadatan tanaman tetap optimal.
Mahasiswa KKN Unram juga berperan aktif dalam pembersihan gulma dengan pembuatan piringan tanaman guna meningkatkan efisiensi penyerapan air dan unsur hara, melakukan perawatan intensif menggunakan biofertilizer hasil pengayaan mikroba PUGATI (Pupuk Gaharu Hayati) yang dikembangkan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pdmenambahkan, kegiatan ini menjadi bukti konkret bagaimana hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi telah bertransformasi menjadi praktik lapangan yang terukur dan berbasis data. Integrasi antara inovasi ilmiah, teknologi, serta keterlibatan mahasiswa dan masyarakat menjadikan KHDTK Senaru sebagai living laboratory yang efektif dalam menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kolaborasi global ini turut menjadi bukti bahwa riset inovatif, jejaring internasional, dan keterlibatan komunitas mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan hutan tropis sekaligus memperkuat peran Unram sebagai kampus negeri yang berdaya saing internasional,” ujar Rektor. (ron)

