MASUKNYA Kota Mataram dalam daftar 10 kota paling maju di Indonesia mendapat apresiasi sekaligus catatan dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Siti Fitriani Bakhreisyi, menilai capaian tersebut patut disyukuri, namun masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi, khususnya terkait dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, hingga saat ini kebijakan pemerintah daerah belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan UMKM serta pelaku usaha menengah di Kota Mataram. Padahal, sektor tersebut menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
“Sekiranya kebijakan kepala daerah bisa lebih memihak kepada UMKM, terutama dalam hal bantuan modal, pengembangan usaha, fasilitas usaha, serta pelatihan-pelatihan,” ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, baru-baru ini.
Pipit, sapaan akrabnya, menekankan bahwa bantuan modal tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga perlu diperkuat melalui kebijakan daerah yang berpihak langsung kepada pelaku usaha lokal. Selain itu, pengembangan usaha harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Dalam upaya mendorong kemajuan daerah, politisi Partai Nasdem ini juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas masyarakat. Menurutnya, hasil produksi yang dihasilkan di Kota Mataram seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah.
Meski demikian, Pipit tetap memberikan apresiasi atas berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan pemerintah kota dalam memajukan Mataram. Namun, sebagai kota yang relatif kecil di luar Pulau Jawa, masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait urbanisasi dan ketersediaan lapangan kerja.
Anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini menyinggung komitmen wali kota yang sebelumnya disampaikan dalam forum di Kementerian Dalam Negeri, terkait langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Mataram.
Persoalan pengangguran menjadi perhatian serius yang perlu segera ditangani. “Yang kita tekankan adalah bagaimana lapangan pekerjaan itu benar-benar terealisasi, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, isu kebersihan kota juga menjadi perhatian, mengingat hal tersebut berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat serta daya tarik kota sebagai pusat kegiatan ekonomi dan investasi.
Pipit berharap capaian Kota Mataram sebagai salah satu kota paling maju di Indonesia tidak hanya menjadi prestasi simbolik, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (fit)

