Jumat, April 17, 2026

BerandaEKONOMIBSI Siapkan Pembiayaan Hingga Rp2 Miliar untuk SPPG di NTB

BSI Siapkan Pembiayaan Hingga Rp2 Miliar untuk SPPG di NTB

Mataram (Suara NTB) – Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan bank-bank milik negara, salah satunya Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) melalui skema pembiayaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian penting dari peran BSI sebagai pendukung program strategis nasional. Menurutnya, BSI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga terlibat dalam peningkatan kapasitas pelaku di lapangan.

“Ini tentu satu bentuk kolaborasi. BSI menjadi bagian dari ekosistem terselenggaranya program pemerintah, khususnya makan bergizi gratis. Saat ini kami bersama BGN menyelenggarakan bimbingan teknis bagi para pelaku dapur agar proses bisnis operasional semakin jelas di level teknis,” ujar Arif, usai dilakukannya penandatanganan kerjasama pembiayaan kepada SPPG di NTB, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, BSI juga menawarkan berbagai program unggulan untuk mendukung operasional SPPG secara berkelanjutan. Hingga kini, tercatat sebanyak 722 SPPG di NTB telah bekerja sama dan memanfaatkan produk pembiayaan BSI.

Arif menambahkan, pembiayaan yang diberikan menyasar pelaku usaha yang memenuhi kriteria atau eligible, baik untuk pembangunan dapur baru maupun pengembangan dapur yang sudah ada.

“Skema yang kami siapkan termasuk pembiayaan investasi pembangunan dapur hingga refinancing aset bagi dapur existing. Di NTB sendiri, kami sudah menyalurkan pembiayaan kepada beberapa pelaku, dengan rata-rata nilai sekitar Rp1 hingga Rp2 miliar, tergantung kebutuhan,” jelasnya.

Untuk tenor pembiayaan, BSI memberikan jangka waktu hingga tiga tahun. Menurut Arif, skema ini dirancang agar fleksibel dan sesuai dengan kemampuan pelaku usaha di sektor tersebut.

“Semangatnya adalah bagaimana program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik, dan BSI hadir sebagai support system. Dari pengalaman kami, pembiayaan ini cukup diterima oleh pelaku usaha,” katanya.

Secara khusus di NTB, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 50 pelaku usaha dapur SPPG. Proses pengajuan pembiayaan juga diklaim relatif cepat, selama memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku.

“Insya Allah kami bisa memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan standard service level agreement yang ada,” imbuh Arif.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyebut dukungan perbankan, termasuk BSI, menjadi kunci dalam mempercepat implementasi program MBG di daerah. Menurut Tigor, penyaluran dana ini juga berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi di tingkat bawah, terutama sektor pangan dan pertanian lokal.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhammad Iqbal melalui Sekda NTB, Abul Chair juga menegaskan dukungan pemerintah daerah untuk mensukseskan seluruh kegiatan dalam program perioritas pemerintah, khususnya di Nusa Tenggara Barat.(bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO