Giri Menang (Suara NTB) – Ajang lari malam hari atau Night Run HUT Lombok Barat tanggal 17 April 2026 mendatang akan diikuti lebih dari 1.000 peserta. Jumlah peserta ini di luar ekspektasi pihak panitia. Ribuan peserta ini akan menjelajahi 7 kilometer rute di wilayah Kota Gerung. Sekaligus memperlihatkan perubahan wajah Kota Gerung dibandingkan sebelumnya.
Tingginya animo masyarakat menyambut gelaran Night Run menandakan mereka ingin berpartisipasi pada kegiatan HUT yang sekali setahun diadakan. “Peserta yang mendaftar sudah menembus angka 1.000 orang dan terus bertambah. Ini sangat luar biasa mengingat ini adalah event perdana kita,” ujar Ketua Panitia Night Run, Lalu Agha Farabi, Rabu (15/4).
Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas respons positif publik. Ia mengakui, sebagai ajang baru yang pertama kali digelar, panitia awalnya tidak berani memasang target muluk-muluk. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Menurut Agha, tingginya minat peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga, khususnya lari, di Bumi Patut Patuh Patju.
Selain sebagai ajang olahraga, rute yang disiapkan juga dirancang untuk memamerkan keelokan wajah ibu kota kabupaten pada malam hari. Para pelari nantinya akan menempuh rute strategis, mulai dari Pendopo Bupati, melintasi kawasan Dasan Geres, Bundaran GMS, hingga finis kembali di Giri Menang Park.
“Infrastruktur kita sudah sangat layak untuk menyelenggarakan event lari berskala besar. Kita punya ‘panggung’ yang bagus untuk promosi daerah,” imbuhnya.
Kemeriahan Night Run ini dipastikan kian pecah karena dirangkaikan dengan peluncuran wajah baru Giri Menang Park oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini. Sebagai sajian penutup, grup musik rege legendaris NTB, Amtenar, siap menghibur para peserta. “Ada Amtenar yang punya massa besar. Ini paket promosi yang sangat bagus untuk Lombok Barat,” tegas Agha yang juga Kepala Bapenda Lombok Barat ini.
Geliat antusiasme juga dirasakan langsung oleh para peserta. Johan, pelari asal Labuapi, mengaku tak sabar menjajal sensasi berlari di bawah lampu kota. Baginya, Night Run memberikan nuansa berbeda dibandingkan ajang lari pada umumnya yang digelar pagi hari.
“Tumben ada event lari malam di sini, apalagi momentumnya pas HUT Lobar. Jadi setelah lari, kita bisa langsung nonton konser Amtenar,” kata Johan sembari memegang racepack miliknya di Alun-alun Giri Menang Park.
Johan menilai semarak HUT Lobar tahun ini terasa lebih istimewa dengan beragamnya rangkaian acara yang melibatkan masyarakat, mulai dari peresean, jalan sehat, hingga hash. “Perayaan tahun ini sangat hidup. Sebagai warga, kami merasa senang dan dilibatkan dalam kegembiraan ulang tahun kabupaten,” pungkasnya. (her).

