Kamis, April 16, 2026

BerandaHEADLINEWujudkan Pembangunan di Segala Bidang, Hasil Kerja Nyata Bupati LAZ-Wabup UNA Jadi...

Wujudkan Pembangunan di Segala Bidang, Hasil Kerja Nyata Bupati LAZ-Wabup UNA Jadi Kado Spesial HUT Ke-68 Lombok Barat

Giri Menang (Suara NTB) – Tahun 2026, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah menginjak usia 68 tahun. Usia ini bukanlah sekedar angka, melainkan catatan perjalanan panjang yang sarat makna, yang di dalamnya tersimpan nilai, perjuangan, dan harapan masyarakat Kabupaten Lobar. Pada usia ke 68 tahun ini terasa bermakna seiring dengan genapnya satu tahun masa bakti kepemimpinan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA).

Dalam kurun waktu satu tahun sepanjang 2025, pasangan ini berhasil mempersembahkan “kado” berupa transformasi pembangunan yang signifikan di berbagai sektor. Bupati LAZ dalam pidatonya pada saat sidang paripurna menyampaikan bahwa Peringatan HUT ke-68 Kabupaten Lombok Barat tahun ini mengusung tema “Patju Begawean” sebuah semangat yang tidak sekadar terdengar, tetapi terasa, tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam kerja dan pengabdian.

“Patju” adalah jiwa yang tidak mudah lelah, langkah yang tidak mudah goyah, dan tekad yang tidak mudah kalah. Ia adalah ketekunan dalam diam, kegigihan dalam keterbatasan, dan keberanian untuk terus bangkit di setiap tantangan. Sementara “Begawean” adalah gerak nyata, pikiran yang berdaya, dan hati yang merasa.

Ketika “patju” dan “begawean” bersatu, lahirlah kerja yang tulus, usaha yang serius, dan hasil yang bagus. Tema ini bukan hanya makna, tetapi juga ajakan dan seruan. Ajakan untuk bergerak bersama, melangkah seirama, dan berjuang tanpa jeda. Seruan untuk menjawab setiap tantangan dengan kerja, membalas setiap keterbatasan dengan karya, dan mengubah setiap hambatan menjadi peluang kemajuan.

“Kita ingin menghadirkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan,” ujar Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini.

Logo HUT Ke-68 Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Momentum ini, ia mengajak semua pihak mengobarkan semangat Patju Begawean dalam setiap langkah dan pengabdian. “Kita kuatkan tekad, satukan gerak, teguhkan niat. Untuk Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan, untuk hari ini, hari esok, dan selamanya,” ajaknya.

LAZ memaparkan berbagai capaian pembangunan selama memimpin Lobar, menunjukkan tren positif yang melampaui target pembangunan daerah. Fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembenahan infrastruktur dasar menjadi tulang punggung keberhasilan yang kini mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Patut Patuh Patju.

“Kerja keras yang kita lakukan bersama mulai menunjukkan hasil yang nyata dan terukur. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan pencapaian-pencapaian yang kita capai,” kata LAZ.

Di antaranya, Indikator utama keberhasilan sebuah daerah tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di bawah kendali LAZ-ADHA, IPM Lobar melesat dari angka 72,70 pada tahun 2024 menjadi 73,52 di tahun 2025. Kenaikan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan yang kian inklusif.

Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 12,65 persen di tahun 2024 menjadi 11,90 persen di tahun 2025. Dan kemiskinan ekstrem bahkan berhasil ditekan sampai di bawah 1 persen, yaitu 0,35% di tahun 2025, dari 1,57 persen di tahun sebelumnya.

Hasil pembangunan Lombok Barat tahun 2025-2026.

Berbagai ikhtiar pembangunan yang telah dipersembahkan sebagai bentuk pengabdian kepada Lobar, khususnya dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-68 ini. Meski waktu yang dialani masih terbilang singkat, namun langkah-langkah nyata telah mulai dihadirkan Pihaknya.

Di antaranya di sektor infrastruktur, pihaknya mempercepat pembangunan sebagai fondasi kemajuan daerah. Pada tahun 2025, perbaikan jalan telah mencapai sekitar 8,04 kilometer, yang terdiri dari Ruas jalan Telaga Waru-Pagutan, Batu Kute-Kramajaya, Lendang Re-Menjut, Tanak Beak-Gebong dan Ruas jalan Aik Ampat-Menang. Peningkatan sejumlah jembatan strategis seperti Jembatan Belongas, jembatan jalan perkotaan Gerung, dan Jembatan Nambung.

Tidak hanya jalan dan jembatan, ribuan keluarga telah terbantu mendapatkan akses air minum dan air bersih dengan dibangunnya Sistem Penyediaan Air Minum dan jaringan perpipaan. Jaringan perpipaan ini bahkan terpasang sampai ke Gili Gede melalui sambungan pipa bawah air laut, yang hasilnya, memudahkan ratusan keluarga di Gili Gede dapat menikmati air minum dan air bersih hanya dengan menyalakan keran di rumahnya masing-masing, di mana sebelumnya warga Gili Gede selama bertahun-tahun mengandalkan air yang diangkut dengan perahu.

Selanjutnya Penanganan Rumah Tidak Layak Huni juga menunjukkan komitmen nyata dengan capaian sekitar 579 unit di seluruh wilayah Lobar, sebagai upaya menghadirkan kembali martabat kehidupan masyarakat. Tidak berhenti sampai disana, di tahun 2026 ini akan dilaksanakan perbaikan rumah tidak layak huni lebih banyak lagi, yaitu sebanyak 869 perbaikan RTLH.

Untuk mengembalikan marwah pariwisata Lobar, pihaknya melaksanakan pembangunan Dermaga Senggigi dan jogging track, sebagai ruang publik yang hidup, inklusif, dan membanggakan sekaligus menjadi pintu masuk baru bagi geliat ekonomi dan pariwisata.

Hasil pembangunan Lombok Barat tahun 2025-2026.

Selain itu, pihaknya melakukan penataan Ibukota. Upaya ini diperkuat melalui revitalisasi Taman Kota dan Koloseum, penataan Bundaran Giri Menang Square, serta pembangunan Alun-alun Giri Menang Park. Perubahan ibukota sudah terasa dengan tersedianya ruang publik dan ruang interaksi sosial ekonomi yang ramah, sehat, dan berkelanjutan, yang tidak hanya hadir sebagai pemanis ibukota, melainkan sebagai jantung kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Dukungan sarana prasarana juga terus dihadirkan melalui pemasangan 688 titik penerangan jalan, pengadaan 1 unit mobil crane, 2 unit mobil pemadam kebakaran, serta 8 unit dump truck pengangkut sampah. Pengentasan pengangguran pun tidak luput dari perhatian Pihaknya. Di tahun 2025, Pihaknya menghadirkan 5.149 lowongan kerja yang merupakan jobfair terbesar di NTB, sebagai upaya membuka ruang kesempatan dan menyalakan harapan baru bagi masyarakat.

Di sektor ekonomi, Lobar menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Laju pertumbuhan ekonomi berhasil dipacu naik ke angka 4,19 persen. Kemandirian fiskal daerah pun semakin kuat dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp 223,8 miliar atau melampaui target sebesar 107 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil melalui subsidi bunga pinjaman mikro sebesar Rp 2,1 miliar bagi ribuan pelaku UMKM.

Pihaknya menghadirkan kebijakan pro-rakyat melalui program pinjaman tanpa bunga bagi UMKM. Dari kurun waktu 2024 sampai 2025, jumlah pelaku UMKM yang sudah NAIK KELAS mengalami lonjakan yang signifikan. Dari 7.052 pelaku usaha di tahun 2024 menjadi 11.797 pelaku usaha di tahun 2025. Hal ini menunjukkan penambahan pelaku NAIK KELAS sebesar 67,29 persen atau sejumlah 4.745.

“Kenaikan ini yang tinggi ini salah satunya dipengaruhi oleh adanya program subsidi bunga, yang memberikan kemudahan akses pembiayaan untuk pelaku usaha,”imbuhnya.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.050 pelaku usaha yang telah mendapat manfaat dari program ini, dan akan didorong dan ditingkatkan lagi jumlahnya pada tahun ini. Program ini memberikan akses permodalan yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil tanpa beban tambahan. “Kami percaya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, dukungan terhadap UMKM bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga strategi kesejahteraan,” sambungnya.

Efektivitas kepemimpinan LAZ-ADHA juga tercermin dari tata kelola pemerintahan yang bersih. Lobar berhasil meraih Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 85,75 poin dengan kategori A. Raihan ini menempatkan Lobar sebagai yang tertinggi di Provinsi NTB dan NTT, sekaligus masuk dalam jajaran tiga besar di wilayah Bali-Nusra. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI kembali dipertahankan sebagai bukti akuntabilitas keuangan yang terjaga. “Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa perubahan yang kita lakukan berjalan di jalur yang benar,”sambungnya.

Di sisi lain, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia terus dijadikan fondasi utama. Rata-Rata Lama Sekolah meningkat dari 6,88 tahun di tahun 2024 menjadi 7,15 tahun di tahun 2025. Harapan Lama Sekolah juga demikian, meningkat dari 13,99 tahun di tahun 2024 menjadi 14,17 tahun di tahun 2025. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari ikhtiar yang telah diupayakan. Lebih dari 1.500 beasiswa telah diberikan, serta lebih dari 90 ruang kelas telah direhabilitasi. Ini adalah investasi nyata dalam membangun generasi masa depan Lombok Barat.

Pada sektor Kesehatan, usia harapan hidup meningkat dari 72,64 tahun di tahun 2024 menjadi 73,03 tahun di tahun 2025. Penanganan stunting dengan pemberian susu PMK juga memberikan hasil yang positif. Prevalensi Stunting yang selama ini menjadi momok pun berhasil ditekan hingga satu digit, dari 10,50 persen di tahun 2024 menjadi 9,58 persen di tahun 2025. Peningkatan ini juga didukung oleh perbaikan infrastruktur kesehatan melalui rehabilitasi lima Puskesmas strategis serta penambahan armada ambulans yang semula hanya 3 unit kini menjadi 8 unit. Langkah ini berdampak langsung pada angka Usia Harapan Hidup, menandakan standar hidup yang semakin membaik.

“Hasil itu dapat kita capai karena upaya yang kita lakukan tidak berhenti sampai pemberian susu saja, tetapi sampai memastikan dan mengawasi bahwa susu yang diberikan kepada anak-anak yang menderita stunting dikonsumsi secara rutin,”imbuhnya.

Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada masa depan generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing,”lanjutnya.

Selain itu, kehadiran Car Free Nite telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan sekitar 200 UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai ratusan juta rupiah setiap malam minggunya. Ini adalah bukti bahwa peran pemerintah sebagai katalisator mampu menciptakan ruang ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Pihaknya juga telah memulai Verval DTSEN, yaitu proses untuk memastikan bahwa data kemiskinan dan kesejahteraan sosial di suatu wilayah benar-benar mencerminkan kenyataan di lapangan.

Hasil verval ini nantinya akan menjadi data dasar untuk pengalokasian dan penyaluran bantuan pemerintah. Ke depannya, masyarakat yang masuk ke dalam kategori desil terendah akan diberikan Kartu Sejahtera Dari Desa, yang dengannya pemerintah dapat mengontrol dan mengevaluasi siapa yang berhak mendapatkan bantuan dan apa saja bantuan yang dapat diberikan kepada pemegang kartu. Begitu pula dengan pengalokasian bantuan, ke depannya, bantuan dari pemerintah daerah hanya dapat dialokasikan kepada pemegang kartu. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menghadirkan keadilan dan pemerataan, dan akselerasi pengentasan kemiskinan dapat dilaksanakan.

Salah satu pencapaian yang paling kasat mata adalah tuntasnya pembangunan Alun-Alun Giri Menang Park. Ruang publik ini kini telah bertransformasi menjadi ikon kebanggaan baru bagi masyarakat Gerung.

Menurut Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha, penataan ruang publik bertujuan untuk memberikan ruang ekspresi bagi warga. “Alun-Alun Giri Menang Park dan revitalisasi koloseum kami siapkan sebagai wadah kreativitas seni budaya sekaligus pusat interaksi ekonomi yang sehat. Kami ingin warga memiliki tempat berkumpul yang representatif dan membanggakan di tanah kelahirannya sendiri,” jelasnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO