Kota Bima (Suara NTB) – Aktifitas pedagang di Lapangan Serasuba mulai menggeliat pasca rampungnya pengerjaan lokasi tersebut. Selama penutupan omset pedagang menurun. Hal ini disebabkan tidak adanya fasilitas tempat duduk bagi pengunjung.
Aminah, pedagang es teh di sekitar lapangan, mengatakan sejak kawasan mulai dibuka jumlah pengunjung perlahan kembali terlihat.
“Waktu masih ditutup seng, pembeli tetap ada, tapi tidak seramai dulu. Biasanya orang beli minum terus duduk santai di taman, sekarang kebanyakan langsung bawa pulang,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ia menilai sejak lapangan mulai bisa diakses, suasana di sekitar lokasi sudah mulai terasa lebih hidup, terutama pada sore hingga malam hari.
Hal serupa disampaikan Husain, pedagang salome yang berjualan di kawasan tersebut. Ia merasakan dampak penurunan pembeli saat lapangan ditutup, terutama pada bulan Ramadan lalu. Namun, setelah kawasan kembali dibuka, aktivitas pembeli mulai terlihat kembali.
“Biasanya kalau sore apalagi bulan puasa, ramai sekali orang beli terus duduk di sekitar lapangan buat buka puasa. Kemarin agak sepi karena tidak ada tempat duduk, jadi orang tidak lama-lama di sini. Alhamdulillah dagangannya tetep laku aja, cuman jadi harus lebih lama di lapak, kadang ada sisa bawa pulang,” katanya.
Menurutnya, Lapangan Serasuba memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas masyarakat, sehingga keberadaan fasilitas yang nyaman sangat memengaruhi jumlah pengunjung.
“Serasuba ini memang salah satu lokasi yang paling strategis didatangi oleh masyarakat untuk olahraga, duduk-duduk santai, mahasiswa yang berdiskusi, pusatnyalah di sini,” tuturnya.
Sebelum direvitalisasi, kawasan lapangan dikenal sebagai salah satu titik favorit warga Kota Bima, terutama pada sore hari dan akhir pekan. Berbagai pedagang seperti penjual kebab, gado-gado, bakso bakar, sate, hingga minuman ringan berjejer di sekitar lapangan.
Seiring mulai dibukanya kembali kawasan lapangan, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi perlahan kembali terlihat. Warga mulai memanfaatkan area terbuka untuk duduk santai, berolahraga, maupun berkumpul bersama keluarga.
Sementara itu, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memastikan pembangunan tahap pertama Lapangan Serasuba telah rampung dan kawasan tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pada tahap pertama pembangunan, sejumlah fasilitas telah diselesaikan, di antaranya perataan area lapangan, penataan taman, pembangunan WC umum, serta penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat. Pemerintah juga masih melakukan pembersihan sisa material proyek dan pembongkaran pagar keliling lapangan secara bertahap.
Dengan rampungnya tahap awal pembangunan, kawasan Lapangan Serasuba diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedagang di sekitarnya. (hir)

