Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 393 orang calon Calon Jemaah Haji (CJH) Lombok Barat (Lobar) diberangkatkan dalam Kelompok Terbang (Kloter) tiga. Ratusan CJH ini dilepas keberangkatannya oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini didampingi Wabup Hj Nurul Adha bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lobar di Bencingah Agung Kamis (23/4/2026). Di antara ratusan CJH ini, banyak yang masuk kategori berisiko tinggi atau berat dan Lanjut Usia atau Lansia.
Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, Suparlan menyampaikan rasa syukurnya atas kesiapan seluruh jemaah. Berdasarkan laporan tim kesehatan, seluruh jemaah dinyatakan dalam kondisi prima dan siap menjalankan ibadah di tanah suci.”Alhamdulillah, 393 jemaah kita sudah hadir lengkap. Petugas kloter juga sudah siap, baik dari segi kesehatan maupun perlengkapan. Kita harapkan semua tetap sehat hingga kembali ke tanah air,” ungkapnya.
Dalam laporannya disampaikan, tahun ini, tercatat jemaah tertua atas nama Sainah yang berumur 89 tahun, berasal dari Kecamatan Lingsar. Sementara itu, predikat jemaah termuda disandang oleh Astrina (22) dari Kecamatan Gunungsari.
“Astrina diketahui berangkat melalui proses pelimpahan porsi menggantikan orang tuanya yang telah meninggal dunia,” terangnya.
Disebutkan, dari usia CJH yang berangkat ini 40 persen berusia di atas 60 tahun dan kurang dari 60 tahun sekitar 60 persen. Sedangkan dari 393 CJH ini, tidak beresiko 101 orang, resiko berat atau tinggi 75 orang, resiko ringan 98 orang dan resiko sedang 118 orang. “Yang berangkat sekarang ini ada 75 orang resiko tinggi atau berat,” sebutnya.
Jemaah Kloter 3 dijadwalkan masuk ke Asrama Haji pada hari ini dan akan diterbangkan menuju Madinah pada esok hari pukul 02.00 Wita. Rombongan ini direncanakan akan kembali ke tanah air pada 4 Juni mendatang.Untuk memastikan kelancaran ibadah, Kloter 3 didampingi oleh petugas berpengalaman, di antaranya ketua keloter 1 orang, Pembimbing Ibadah 1 orang , Tim Medis dua orang, Petugas Haji Daerah (PHD) dua orang.
CJH Lobar masuk gelombang satu pemberangkatan, untuk itu mereka akan lebih dulu menuju Madinah. Sebelum terbang ke Madinah, para jemaah diminta memanfaatkan waktu di asrama untuk beristirahat total sebelum menempuh perjalanan udara yang panjang. Ia juga menitipkan doa agar Kabupaten Lombok Barat selalu diberikan keberkahan dan kedamaian.
“Fokus beribadah, jaga kesehatan, dan jangan lupa selipkan doa untuk daerah kita tercinta di tempat-tempat mustajab nanti,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dalam arahannya mengingatkan para jamaah bahwa perjalanan menuju Madinah di awal waktu ini adalah bagian dari rangkaian ibadah sunah sebelum memasuki puncak haji. Ia berpesan agar jamaah tidak terlalu memforsir tenaga untuk kegiatan di luar ibadah pokok.
“Saya ingatkan, seluruh ibadah sebelum puncak haji nanti masih kategori sunah. Jangan sampai bapak dan ibu memforsir tenaga untuk hal-hal yang bukan pokok haji. Simpan tenaga untuk wukuf dan rukun-rukun wajib lainnya,” imbuhnya.
Melihat komposisi jamaah tahun ini didominasi oleh lanjut usia (lansia), nilai kesetiakawanan sosial menjadi penekanan utama. Para jamaah diminta untuk menunjukkan jati diri sebagai warga Lombok Barat yang dikenal kompak dan gemar menolong.
“Jangan hanya fokus ibadah sendiri ke masjid kalau ada saudara kita yang butuh bantuan. Tunjukkan bahwa kita orang Lombok Barat itu saling bantu, saling bahu-membahu,” ajaknya.
Selain kepada jemaah, Bupati memberikan pesan mendalam epada para petugas kloter. LAZ meminta agar petugas tidak terlena dengan ibadah pribadi hingga melupakan kewajiban utamanya melayani jamaah.
“Tugas pokok anda adalah petugas haji. Jangan sampai nanti di Mekkah malah mendahulukan ibadah sendiri dan lupa pada tugas melayani jamaah. Pastikan kondisi jamaah dicek setiap hari,” tegasnya.
Dalam pelepasan ini, Bupati menyampaikan bahwa kondisi iklim di tanah suci dilaporkan sedang dalam masa transisi yang tidak terlalu ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Suhu udara diperkirakan lebih bersahabat, yang diharapkan dapat memudahkan jamaah dalam menjalankan prosesi manasik selama di Madinah. Di akhir arahan, CJH juga diingatkan untuk tidak menyibukkan diri dengan berbelanja oleh-oleh di awal waktu.
“Fokus ibadah dulu, perbanyak manasik. Urusan belanja itu belakangan saja, yang penting rukun hajinya sempurna,” tutup Bupati. (her)

