Jumat, April 24, 2026

BerandaEKONOMITerkendala Solar, Musim Tanam Kedua Petani Desa Gondang Terganggu

Terkendala Solar, Musim Tanam Kedua Petani Desa Gondang Terganggu

Tanjung (Suara NTB) – Distribusi solar akibat dampak penutupan tiga SPBU di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyebabkan Musim Tanam (MT) ke-II tahun ini terganggu. Sejumlah Anggota Petani P3A Pelopor, hingga saat ini belum dapat mengolah lahan karena keterbatasan solar.

Ketua P3A Pelopor, Desa Gondang, Rusmaidi, Jumat (24/4/2026) mengakui, para petani padi khususnya anggota subak Pelopor, sangat terdampak kelangkaan solar. Petani pemilik lahan maupun pengelola lahan milik Pemda, belum mendapat jadwal olah lahan.

“Jelas sangat terdampak, terutama pada proses olah tanahnya. Saat ini harusnya sudah mulai membajak, tapi pemilik handtraktor belum bisa turun,” ungkap Rusmaidi.

Ia menegaskan, rata-rata Anggota Subak sudah melakukan kontak dengan pemilik ataupun pekerja hand traktor untuk proses olah lahan. Hanya saja, pengolahan belum bisa dilakukan karena kendala bahan bakar.

Pada P3A Pelopor sendiri, model bertani telah dibangun oleh sistem Subak. Model ini mengutamakan kearifan lokal dalam proses pengaturan pengairan sawah (irigasi).

“Terutama kita di subak, harusnya membajak awal sudah dilakukan. Karena Subak saja belum mulai, maka secara otomatis petani yang lain akan mengikuti subak. Jadwal olah tahan ikut mundur,” jelasnya.

Kekhawatiran petani P3A Pelopor tidak hanya terganggunya jadwal olah lahan akibat krisis Solar. Rusmaidi mengatakan, petani juga harus menyesuaikan pola tanam dengan potensi masuknya el nino. Pengolahan lahan dan penanaman terlambat, tidak menutup kemungkinan proses budidaya akan memasuki periode musim kering tersebut.

“Harapan kami, MT II bisa lebih awal sehingga irigasi Subak tidak terhindar dari ancaman El Nino. Tapi dengan kondisi krisis BBM, semoga saja MT II terhindar dari periode musim kering.”

Pihaknya ikut berharap, Pemda Lombok Utara kembali mengikhtiarkan operasional kembali dua SPBU lain yang belum dibuka kepada Pertamina dan PGN Mataram.

“Nasib kami petani sangat bergantung pada musim tanam. Kalau ini terganggu, semua aspek yang terkait di pertanian juga akan terhambat,” tandasnya. (ari)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO