Mataram (Suara NTB) – Pemerintah provinsi mencatat, sebanyak 24 ribu ekor sapi telah diberangkatkan dari NTB untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha di berbagai daerah Indonesia.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Muhammad Riadi di Mataram, Jumat, 24 April 2026 mengatakan, jumlah ini merupakan realisasi pengiriman selama Maret hingga April 2026, dan diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang puncak kebutuhan kurban.
“Kalau yang saya hitung, khusus Maret-April saja untuk kebutuhan kurban sudah sekitar 24 ribuan ekor yang keluar dari NTB,” ujarnya.
Menurut Riadi, total kuota pengiriman sapi NTB dalam setahun mencapai sekitar 52 ribu ekor. Dengan capaian 24 ribu ekor hingga April, maka realisasi saat ini dinilai cukup stabil.
Riadi menjelaskan, lonjakan pengiriman sapi terjadi pada pertengahan April, terutama pada tanggal 10, 12, 14, dan 16 April. Pada periode tersebut, ribuan ekor sapi diberangkatkan melalui jalur laut menuju berbagai wilayah tujuan.
“Puncaknya sudah terlewati. Setelah itu sekarang mulai turun dan kembali normal,” katanya.
Ia mencontohkan, pada pengiriman terakhir melalui Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat, jumlah sapi yang diseberangkan sekitar 500 ekor, angka yang dinilai masih dalam batas normal pengiriman reguler.
Pemprov NTB juga memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses distribusi ternak ke Pulau Jawa, khususnya pemberangkatan dari Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. Meski sempat terjadi antrean kendaraan pengangkut, kondisi tersebut bukan berasal dari angkutan ternak, melainkan kendaraan pengangkut jagung yang masa pengirimannya bersamaan dengan pengiriman ternak.
Riadi menyebut antrean sempat terjadi akibat salah satu kapal mengalami docking mendadak sehingga beberapa truk harus menunggu lebih dari 12 jam. Namun seluruh sapi tetap berhasil diberangkatkan tanpa hambatan berarti.
“Semua terangkut, tidak ada persoalan. Kondisi pengiriman aman,” tegasnya.
Kelancaran distribusi tahun ini, lanjut Riadi, tidak lepas dari kerja Satgas Pengiriman Ternak yang dibentuk Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhammad Iqbal. Persiapan bahkan telah dilakukan dua bulan sebelum Ramadan melalui rapat koordinasi lintas instansi bersama pemerintah pusat.
Menurutnya, pengaturan kuota harian, jadwal kapal, hingga penerbitan rekomendasi pengiriman dilakukan secara ketat agar arus distribusi tetap terkendali.
“Kita atur maksimal 20 tronton per hari dari Bima, karena daerah itu pengirim terbesar. Dari Dompu dan Sumbawa menyesuaikan kapasitas kapal yang tersedia,” jelasnya.
Di sisi lain, Riadi memastikan ketersediaan sapi untuk kebutuhan masyarakat NTB tetap aman meski pengiriman ke luar daerah cukup besar. Pemerintah siap menjaga pasokan agar kebutuhan lokal tetap terpenuhi.
Terkait kenaikan harga sapi menjelang Iduladha, Riadi menilai hal itu merupakan mekanisme pasar akibat meningkatnya Permintaan.
“Kalau permintaan naik sementara pasokan terbatas, tentu harga bergerak naik. Itu hukum pasar,” katanya.
Ia berharap momentum Iduladha juga memberi keuntungan bagi peternak lokal yang selama ini bekerja keras memelihara ternaknya.
“Setahun sekali biarlah peternak menikmati harga yang baik. Supaya mereka tetap semangat beternak,” pungkasnya. (bul)

