Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB menyiapkan skema pengisian kepala sekolah. Kebijakan ini dilakukan pasca pelaksanaan seleksi wawancara.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan dan Tenaga Keolahragaan (GTKTK), Disdikpora NTB, Muazzam mengatakan, rangkuman hasil tahapan demi tahapan yang telah dilalui peserta seleksi aka segera dirampungkan. Hasil seleksi mulai dari proses administrasi, wawancara dan computer assisted tes (CAT) akan diserahkan ke pimpinan sebagai bahan pertimbangan.
“Hasil (seleksi) ini akan segera kami rangkum, dan setelah itu nanti akan kami serahkan ke pimpinan untuk mengambil keputusan terhadap hasil yang tentunya dihasilkan dari proses CAT, proses wawancara, administrasi, dan segala macamnya,” ujarnya, Kamis (23/4).
Muazzam menambahkan, setelah tahapan seleksi itu selesai, pihaknya segera menyiapkan skema pengisian jabatan Kepsek yang lowong. Skema ini tidak hanya disiapkan bagi sekolah yang telah lama kosong, tetapi juga bagi kepala sekolah yang pension.
Sebagai langkah awal, Disdikpora NTB akan menyiapkan data-data terkait kondisi dan kebutuhan sekolah. Data disiapkan sebagai bahan laporan ke pimpinan dan dasar kebijakan pengisian jabatan Kepsek.
“Kami akan siapkan data, ini sekolah-sekolah kita yang tidak punya kepala sekolah dan ini kepala sekolah-kepala sekolah yang akan pensiun pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Adapun bagi peserta CKS yang teridentifikasi telah menjabat selama dua periode sebagai Kepsek, Muazzam menjelaskan bahwa ada kemungkinan yang bersangkutan tetap ditugaskan.
Meski demikian, Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah menegaskan bahwa maksimal jabatan Kepsek hanya dua periode.
“Jadi memang di aturan maksimalkan itu dua periode. Tetapi jika memang ada pertimbangan lain dilihat daro prestasi dan lain sebagainya, itu boleh ke tiga periode tetapi sekolahnya grade lebih kecil. Di situ akan didistribusi jika tetap diperlukan,” jelas Muazzam.
Meski demikian, pihaknya masih akan mengevaluasi hasil seleksi CKSs untuk menentukan kelayakan peserta yang bersangkutan untuk kembali memimpin sekolah.
“Pak Gubernur juga artinya ingin evaluasi menyeluruh, baik itu kinerja, mungkin ada temuan-temuan dari BPK, Inspektorat, itu diharapkan menjadi tolok ukur dari penilaiannya,” pungkasnya.(sib)

