Dompu (Suara NTB) – Jasad seorang ibu ditemukan warga di Sungai Komplek Bata Permai Ruas Jalan Jembatan AKJ Kandai Satu, Kecamatan Dompu pada, Jumat, 24 April 2026.
Temuan jenazah ini cukup mengejutkan warga. Terlebih tidak ada kabar sebelumnya ada warga yang tenggelam atau terseret arus banjir pada Senin, 20 April 2026. Apalagi kondisi jenazah sudah mulai membusuk, sehingga menyulitkan untuk dikenali.
Warga pun langsung menyampaikan laporan ke Polres Dompu,sehingga tidak berlangsung lama, Tim INAFIS Polres Dompu langsung turun mengidentifikasi kondisi jenazah dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dompu untuk dilakukan visum dan memastikan kondisi jenazah.
Sekretaris Lurah Kandai Satu, Budi Subroto, SE., yang dikonfirmasi, Jumat (24/4) mengakui, jenazah seorang perempuan ditemukan oleh warga di sungai. Warga langsung melapor ke Polres Dompu untuk dilakukan identifikasi sebelum dibawa ke RSUD Dompu. “Setelah di RSUD Dompu dikenali keluarganya dan dibawa ke Adu Kecamatan Hu’u oleh keluarga,” katanya.
Jenazah yang diketahui bernama Siti Sarah dikabarkan ke Dompu untuk ke rumah anaknya di Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu. Diduga korban sempat ke sungai dan terseret arus Sungai. “Kalau terseret arus banjir, kondisi jenazah pasti sudah hancur. Karena banjir terakhir di Sungai Laju pada Senin (20/4). Tapi pastinya, polisi yang bisa mengungkapkannya,” cerita Budi Subroto.
Kasi Humas dan Pemasaran Polres Dompu, Muhammad Iradat, S.Gz., yang dihubungi terpisah mengakui ada jenazah yang dibawa tim Inafis Polres Dompu ke RSUD Dompu usai shalat Jumat dan dilakukan visum. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda kekerasan melalui adanya retakan atau patah tulang. “Perkiraan tim dokter, kemungkinan jenazah sudah meninggal lebih dari 10 hari,” ungkap Iradat.
Kondisi jenazah sudah sulit dikenali, karena sudah mulai membengkak. Namun pakaiannya masih utuh di badannya. Hanya celananya melorot ke lutut. Diduga jenazah terseret arus saat buang air di sungai. (ula)

